Lompat ke konten

Bintang Pustaka I Penerbit Buku Pendidikan I Anggota IKAPI

Tips Menulis

Penyuntingan Mandiri yang Wajib Penulis Tahu

Penyuntingan Mandiri yang Wajib Penulis Tahu

Penyuntingan Mandiri yang Wajib Penulis Tahu Tahap akhir sebuah tulisan adalah tahap penyuntingan. Ada tiga aspek yang harus diperhatikan ketika menyunting sebuah tulisan. Pertama Pemakaian data di dalam tulisan. Jenis tulisan tertentu, khususnya karya ilmiah, membutuhkan data-data yang valid untuk dicantumkan ke dalamnya. Pada tahap akhir, pastikan data-data yang dimasukan sudah benar dan telah terverifikasi. Sumber data pun harus tercantum jelas di dalam tulisan sehingga dapat terhindar dari tuduhan plagiasi. Kedua Periksa Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) atau grammar (untuk tulisan berbahasa Inggris). Pemeriksaan ejaan adalah hal yang penting ketika melakukan penyuntingan mandiri. Pastikan ejaan yang digunakan telah sesuai dengan pedoman.… Selengkapnya »Penyuntingan Mandiri yang Wajib Penulis Tahu

Tips Trik Parafrase dan Pahami Kalimatnya

Tips Trik Parafrase dan Pahami Kalimatnya

Tips Trik Parafrase dan Pahami Kalimatnya Semakin banyak jenis tulisan dan karya yang dipublikasi, semakin banyak referensi yang bisa dijadikan sebagai rujukan atau ketika sedang menulis. Akan tetapi, ketika merujuk ke sebuah tulisan tertentu hal itu bisa dianggap sebagai plagiarisme. Untuk menghindari hal tersebut, parafrase bisa dijadikan jalan yang patut dicoba. Salah satu manfaat dari parafrase adalah kita bisa mengambil pernyataan atau pendapat dari seseorang dan/atau mengambil beberapa bagian yang telah dibuat oleh penulis lain. Biasanya parafrase dibutuhkan pada saat mengambil sebuah teori ketika sedang menyusun karya ilmiah. Berikut ini lima tips untuk melakukan parafrase: Pahami bagian yang akan diparafrasekan… Selengkapnya »Tips Trik Parafrase dan Pahami Kalimatnya

Berkenalan dengan Verba Transitif dan Intransitif

Berkenalan dengan Verba Transitif dan Intransitif

Berkenalan dengan Verba Transitif dan Intransitif Ada dua jenis kata kerja berdasarkan penggunaan objeknya, yaitu transitif dan intransitif. Apa yang membedakan dua jenis kata kerja tersebut? Verba transitif Verba atau kata kerja transitif adalah kata kerja yang memerlukan objek. Jadi, ketika muncul kata kerja transitif di dalam sebuah kalimat pasti akan muncul pula objek di dalamnya. kalimat yang menggunakan verba transitif akan menjadi kalimat transitif, baik itu kalimat aktif transitif maupun kalimat pasif transitif. Berikut ini merupakan daftar kata kerja transitif: Menggunakan Membahas Memutuskan Menerjemahkan Mengandung Mendapat Memakai Menderita Mempersembahkan Menggosok Menghentikan Merentangkan Membentuk Mengeluarkan dikandung Hal yang perlu diperhatikan… Selengkapnya »Berkenalan dengan Verba Transitif dan Intransitif

Memudahkan Menulis Menggunakan Premis Fiksi Non-fiksi

Berkenalan dengan Verba Transitif dan Intransitif

Memudahkan Menulis Menggunakan Premis Fiksi Non-fiksi Pengalaman, perjalanan, penelitian, hasil bacaan, dan semua yang pernah dijalani dalam hidup pasti akan terasa menarik untuk dituliskan. Namun, sebelum memulai untuk menuliskannya terkadang ada rasa bimbang harus menulis dari mana. Membuat kerangka tulisan bisa menjadi salah satu hal yang patut dicoba ketika menemui kebuntuan tersebut. Kerangka tulisan diperlukan untuk memetakan sejauh mana sebuah tema akan dibahas. Selain itu, kerangka tulisan juga bisa memudahkan penulis dalam membuat target karangan. Salah satu bentuk kerangka tulisan yang bisa dicoba adalah dengan membuat premis tulisan atau premis buku. Berikut Penjelasannya:   Premis menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia… Selengkapnya »Memudahkan Menulis Menggunakan Premis Fiksi Non-fiksi

Tanda Baca yang Wajib Anda Diketahui

Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) memiliki 15 tanda baca dalam tata tulis bahasa Indonesia. tanda baca tersebut terdiri dari tanda titik (.), tanda koma (,), tanda titik koma(;), tanda titik dua(:), tanda hubung (-), tanda pisah (, tanda tanya (?), tanda seru (!), tanda elipsis (…), tanda petik (“…”), tanda petik tunggal (‘…’), tanda kurung ((…)), tanda kurung siku ([…]), tanda garis miring (/), dan tanda penyingkat atau apostrof (‘). Dari kelima belas tanda baca tersebut, terdapat tiga tanda baca yang jarang dijumpai dalam tata tulis bahasa Indonesia. Berikut ini adalah tiga tanda baca tersebut: Tanda Baca yang Wajib Anda Diketahui… Selengkapnya »Tanda Baca yang Wajib Anda Diketahui

Self-plagiarism Karya Sendiri yang Tidak Boleh Diplagiat

Self-plagiarism Karya Sendiri yang Tidak Boleh Diplagiat Pembaca tahu tidak kalau meniru atau memplagiat karya sendiri itu tidak boleh dan dilarang. Iya, namanya self-plagiarism atau plagiasi karya sendiri. Self-plagiarism merupakan salah satu jenis plagiarisme yang mana penulis menerbitkan kembali  seluruh karya atau sebagian, atau menggunakan kembali bagian-bagian dari karya sebelumnya pada karya baru. Memahami self-plagiarism Perlu kita pahami bahwa self-plagiarism masih menjadi pro kontra hingga sekarang. Ada yang menganggap self plagiarism adalah perbuatan yang tidak diperbolehkan. Namun, ada juga yang tidak menganggap demikian. Unggahan artikel kompas.com yang berjudul “Self-plagiarism atau Auto-Plagiat” menyantumkan kalimat seorang Profesor ilmu hukum dan informasi Universitas… Selengkapnya »Self-plagiarism Karya Sendiri yang Tidak Boleh Diplagiat

Rekomendasi Situs Layanan Cek Plagiarisme

Rekomendasi Situs Layanan Cek Plagiarisme Selain menghindari kesamaan dalam karya tulis, cek plagiarisme juga biasanya menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa di perguruan tinggi. Untuk kamu yang sedang bingung bagaimana cara cek plagiarisme atau tidak tahu akan memakai jasa layanan cek plagiarisme di mana. Berikut rekomendasi situs yang melayani cek plagiarisme secara gratis dan berbayar yang bisa kamu kunjungi. 1. iThenticate Situs pertama ini adalah bisa dibilang situs terpercaya untuk urusan cek plagiarisme. Tiap tahunnya iThenticate bisa mengecek 10 juta dokumen untuk pemeriksaan plagiarisme. Beberapa situs terkenal yang memiliki akses cek plagiarisme sebelum publikasi yaitu ada ELSEIVER, IEE, nature, springer dan… Selengkapnya »Rekomendasi Situs Layanan Cek Plagiarisme

Cek Plagiarisme, Apakah Perlu?

Cek Plagiarisme, Apakah Perlu? Plagiarisme akhir-akhir ini tengah marak terjadi. Seperti kasus yang menimpa Rektor Universitas  Negeri Semarang (UNNES) Fathur Rokhman. Berita nasional.tempo.co menuliskan disertasi yang diselesaikan Fathur pada 2003 diduga memplagiat skripsi tahun 2001 milik Ristin Setyani dan Nefi Yustiani, mahasiswa bimbingannya di UNNES. Disertasi Fatur diketahui berjudul “Pemakaian Bahasa dalam Masyarakat Dwibahasa: Kajian Sosiolinguistik di Banyumas.” Kejadian plagiarisme juga menimpa artis Via Vallen. Cnnindonesia.com melaporkan bahwa music video (MV) Kasih Dengarkanlah Aku milik Via dianggap mirip dengan MV penyanyi asal Korea Selatan IU berjudul Above The Time. Sebenarnya apa itu  plagiarisme? Kenapa kita perlu tahu, apa saja yang yang bisa… Selengkapnya »Cek Plagiarisme, Apakah Perlu?

Penulisan Daftar Pustaka dalam Format: APA Style, Harvard-A

Pernahkah kalian kesulitan dalam menulis daftar pustaka, melihat acuan di beberapa buku namun hasilnya berbeda-beda. Manakah yang benar? Atau cara penulisan daftar pustaka diserahkan sepenuhnya pada si penulis? Tentu saja tidak. daftar pustaka ternyata memiliki banyak ragam gaya penulisan. Yuk kita simak infonya dulu.   Elemen penting dalam penulisan karya ilmiah salah satunya adalah daftar pustaka. Daftar pustaka ini harus ada dan dianggap penting karena ditujukan untuk memberi penghargaan kepada penulis yang karyanya telah dijadikan sumber rujukan. Daftar pustaka juga mempermudah pembaca untuk menemukan informasi yang lebih mendalam mengenai topik yang sedang dibahas.   Seorang ahli bahasa di Indonesia Gorys… Selengkapnya »Penulisan Daftar Pustaka dalam Format: APA Style, Harvard-A

Menulis Kata Pengantar, Referensi dari Berbagai Sumber

Sebelum menulis kata pengantar, baiknya kita pahami dulu apa itu kata pengantar. Dalam KBBI, Kata pengantar diartikan sebagai kata pendahuluan. Selain itu, juga berarti kata-kata dari orang terkenal yang dimuat di halaman depan sebagai tanda terbitnya suatu buku. Kata pengantar biasanya berisi rasa syukur serta ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu  terbitnya karya. Namun ada juga kata pengantar yang berisikan tentang perjalanan pembuatan karya/buku hingga selesai.   Menulis kata pengantar memang tidak sulit. Namun juga tidak bisa dikatakan mudah. Karena kamu perlu berpikir dan memilah-milah jenis kata pengantar seperti apa yang sesuai dan cocok dengan karyamu. Nah, berikut… Selengkapnya »Menulis Kata Pengantar, Referensi dari Berbagai Sumber