Buku ajar Penafsiran Perjanjian Lama dalam Perspektif Historis-Kritis disusun sebagai panduan sistematis bagi mahasiswa teologi untuk memahami dan menerapkan metode penafsiran Alkitab secara ilmiah, kritis, dan bertanggung jawab. Buku ini dimulai dengan pembahasan tentang konsep dasar penafsiran Alkitab, kemudian mengurai secara bertahap berbagai metode historis-kritis, seperti kritik teks, kritik sumber, kritik sejarah, kritik kebahasaan, kritik bentuk, kritik tradisi, dan kritik redaksi. Setiap bab dilengkapi tujuan pembelajaran, indikator capaian, penjelasan konseptual, serta latihan aplikatif sehingga mendukung pembelajaran berbasis capaian (outcome-based education).
Melalui pendekatan ini, pembaca diajak memahami bahwa teks Perjanjian Lama lahir dalam konteks sejarah, budaya, dan proses transmisi yang kompleks, sehingga memerlukan ketelitian metodologis sekaligus kepekaan teologis. Buku ini tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga menempatkan penafsiran sebagai proses dialogis, kontekstual, dan transformatif yang relevan bagi kehidupan iman dan pelayanan gereja. Dengan demikian, buku ini diharapkan membentuk penafsir yang kritis, reflektif, dan bertanggung jawab, khususnya dalam konteks pendidikan teologi di Indonesia.

















