Alfian, mantan pekerja kayu di Kalimantan, menyaksikan hutan yang dirindukannya berubah menjadi lahan gersang. Penyesalan mendorongnya mendirikan Bank Sampah Pelita Borneo 38 bersama warga RT 38 Balikpapan.
PT Pertamina Patra Niaga RU V hadir sebagai mitra pendamping-bukan sekadar memberi bantuan, tetapi mendampingi warga dalam pelatihan, pengemasan, hingga pemasaran. Sampah plastik disulap menjadi ecobrick, eco-boba, tas daur ulang, dan eco-enzyme: produk bernilai ekonomi yang membawa kebanggaan dan penghasilan tambahan.
Komik ini terinspirasi dari kisah nyata tentang penyesalan yang berubah menjadi aksi, hutan yang dirindukan, dan harapan yang terus tumbuh.

















