Lompat ke konten

Bintang Pustaka I Penerbit Buku Pendidikan I Anggota IKAPI

Obral!

Arsitektur dan Sejarah Indonesia : Nusantara dari Zaman Batu hingga Beton

Harga aslinya adalah: Rp204.000.Harga saat ini adalah: Rp173.400.

Sejarah panjang Indonesia memperlihatkan bahwa arsitektur adalah wujud dari fenomena sosial dan budaya, contohnya budaya maritim orang Austronesia memengaruhi konsep arsitektur rumah-rumah adat di Nusantara; tradisi pemujaan leluhur di Zaman Megalitikum memengaruhi konsep arsitektur candi-candi di Zaman Klasik; penyebaran Islam yang bernuansa Sufi memunculkan ciri arsitektur masjid yang khas di Nusantara; semakin padatnya kota-kota pesisir Hindia-Belanda mendorong kemunculan rumah-rumah dengan arsitektur Indische di wilayah pedalaman yang lebih asri dan sejuk; dan sebagainya.

Fenomena politik dan ekonomi juga berpengaruh pada arsitektur. Mataram Kuno begitu makmur akibat strategisnya Nusantara sebagai jalur lalu-lintas perdagangan global antara Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan, sebagaimana yang dialami oleh Kerajaan Sriwijaya di Sumatera. Akibatnya, berdirilah candi-candi monumental, seperti Borobudur dan Prambanan yang menjadi pusat spiritual sekaligus simbol dari legitimasi politik. Presiden Soekarno mengangkat ideologi Demokrasi Terpimpin dan Politik Mercusuar, menyebabkan pembangunan negara yang konsentris ke ibu kota, yang tecermin pada gedung-gedung monumental era 60-an dan 70-an di Jakarta, seperti Hotel Indonesia, Stadion GBK, Monas, dan Masjid Istiqlal.

Kategori: Tag: ,

Sejarah panjang Indonesia memperlihatkan bahwa arsitektur adalah wujud dari fenomena sosial dan budaya, contohnya budaya maritim orang Austronesia memengaruhi konsep arsitektur rumah-rumah adat di Nusantara; tradisi pemujaan leluhur di Zaman Megalitikum memengaruhi konsep arsitektur candi-candi di Zaman Klasik; penyebaran Islam yang bernuansa Sufi memunculkan ciri arsitektur masjid yang khas di Nusantara; semakin padatnya kota-kota pesisir Hindia-Belanda mendorong kemunculan rumah-rumah dengan arsitektur Indische di wilayah pedalaman yang lebih asri dan sejuk; dan sebagainya.

Fenomena politik dan ekonomi juga berpengaruh pada arsitektur. Mataram Kuno begitu makmur akibat strategisnya Nusantara sebagai jalur lalu-lintas perdagangan global antara Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan, sebagaimana yang dialami oleh Kerajaan Sriwijaya di Sumatera. Akibatnya, berdirilah candi-candi monumental, seperti Borobudur dan Prambanan yang menjadi pusat spiritual sekaligus simbol dari legitimasi politik. Presiden Soekarno mengangkat ideologi Demokrasi Terpimpin dan Politik Mercusuar, menyebabkan pembangunan negara yang konsentris ke ibu kota, yang tecermin pada gedung-gedung monumental era 60-an dan 70-an di Jakarta, seperti Hotel Indonesia, Stadion GBK, Monas, dan Masjid Istiqlal.

Jumlah Halaman

x + 397

Penulis

Kapindro Hari Sasmita

Ukuran Buku

15 x 23

Kategori