Preeklamsia merupakan masalah yang serius karena secara global menyumbang lebih dari 50.000 kematian ibu setiap tahunnya. Sementara di Indonesia, kejadian preeklamsia berkisar antara 7-10% dan menjadi penyebab kematian ibu terbesar ketiga. Hal inilah yang membuat preeklamsia menjadi suatu masalah kesehatan dalam kehamilan yang penting.
Preeklamsia merupakan suatu disease of theories karena patogenesis preeklamsia yang belum diketahui secara jelas. Salah satu teori yang paling sering dikaitkan dengan preeklamsia adalah pertumbuhan plasenta yang abnormal. Meski begitu, kondisi preeklamsia masih sulit diprediksi sejak trimester pertama.
Oleh karena itu, penulis mengembangkan suatu sistem scoring yang dapat digunakan sebagai metode memprediksi risiko preeklamsia secara dini pada ibu hamil berdasarkan parameter MAP, UtA-PI, PSV Doppler arteri oftalmika, dan biomarker HIF-HtrA4, SHARP1, dan HIF-1alfa trimester pertama. Pada buku ini akan dibahas langkah dan proses membuat suatu sistem scoring yang dapat digunakan sebagai metode memprediksi risiko preeklamsia secara dini pada ibu hamil di trimester pertama. Harapannya, sistem scoring yang dikembangkan ini mampu mengurangi risiko luaran preeklamsia yang buruk melalui peningkatan kewaspadaan klinis kemungkinan adanya preeklamsia sejak trimester pertama.

















