Pasien dalam kondisi infeksi memerlukan perawatan dan penanganan yang tepat. Hal ini karena pasien infeksi dapat mengalami kerentanan terhadap sepsis. Sepsis adalah disfungsi organ yang mengancam nyawa akibat disregulasi respons imun terhadap infeksi. Kondisi ini dapat terjadi kepada siapa saja yang mengalami infeksi. Faktor-faktor kondisi kesehatan pada pasien juga berisiko lebih tinggi terhadap sepsis.
Sepsis dapat menimbulkan penekanan sistem imun melalui deplesi sel-sel imun seperti CD4⁺, CD8⁺, sel dendritik, dan sel B. Hal ini mengakibatkan tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi oportunistik, termasuk infeksi jamur. Infeksi jamur pada pasien dengan sepsis paling sering ditemukan di ICU dan umumnya berhubungan dengan luaran klinis yang buruk. Oleh karena itu, pemberian terapi antijamur empiris yang tepat diperlukan dalam penyembuhan. Namun, penggunaan antijamur yang tidak rasional berisiko menimbulkan dampak merugikan, baik berupa efek samping maupun interaksi obat. Hadirnya monograf Penggunaan Obat Antijamur terhadap Lama Rawat ICU, Penggunaan Ventilator, dan Mortalitas Pasien Sepsis dapat menjadi salah satu rujukan dunia medis, khususnya yang secara terperinci menyajikan komparasi terhadap beberapa treatment pasien sepsis secara tepat.

















