PETANI (Penyangga Tatanan Negara Indonesia) adalah istilah yang diberikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1952. Melihat arti istilah tersebut sangat jelas bahwa keberadaan petani sangat penting bagi kelangsungan hidup bangsa dan negara. Petani tidak boleh dipandang sebelah mata dan dibiarkan berjuang sendiri untuk ketersediaan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena ketersediaan pangan merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Petani harus diberdayakan melalui pendampingan, penyuluhan,pelatihan, motivasi, dan kemitraan.
Penyebarluasan informasi teknologi kepada petani dapat dilakukan dengan penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. Dan pada akhirnya dapat meningkatkan produksi dan keuntungan dan usahatani kangkung darat. Pendampingan, motivasi, dan kemitraan bertujuan agar petani berdaya saing, kreatif, dan inovatif.
Buku ini membahas budidaya kangkung darat dengan memanfaatkan berbagai jenis bahan organik yang mudah diperoleh untuk dijadikan sebagai pupuk kompos, pupuk organik cair, dan pestisida nabati. Selain itu, hal lain yang dibahas juga adalah terkait dengan peningkatan kualitas dan hasil produksi kangkung darat.
Views: 927
Menyukai ini:
Suka Memuat...

Indonesia harus mereformasi perdagangan pertanian dengan menurunkan dan menghapus tarif impor pangan sesuai kesepakatan persetujuan bidang pertanian (AoA) di bawah WTO. Reformasi perdagangan di Indonesia berlanjut di bawah International Monetary Fund (IMF) pada tahun 1998, termasuk kebijakan pangan. Reformasi perdagangan ini akan berdampak bagi ketahanan pangan Indonesia. Karena ketersediaan pangan…

Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau. Untuk meningkatkan ketahanan pangan dapat dilakukan dengan cara pembangunan pertanian. Kecamatan Kedungbanteng merupakan salah satu sentra pertanian di bidang perikanan, khususnya pembudidayaan ikan gurami yang terletak di…

Produksi bahan pangan tak selalu surplus. Tapi juga bisa turun, bahkan defisit. Baik karena serangan hama wereng yang hebat, banjir bandang, kemarau panjang, atau masa pandemi yang lama. Pada kondisi tersebut, setiap negara akan mengamankan kebutuhan pangan domestiknya. Negara-negara penghasil bahan pangan lebih mempriotitaskan ketahanan pangan dalam negeri, ketimbang ekspor.…