Alkitab banyak menggambarkan model, gaya, dan karakter kepemimpinan dari tokoh-tokoh Alkitab, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Pemimpin dan model kepemimpinan Yesus menjadi teladan bagi orang percaya. Alkitab juga menggambarkan berbagai tokoh perempuan yang memegang peranan penting dalam situasi dan tantangan yang kompleks pada zamannya, salah satunya adalah Debora. Meskipun dominasi patriarki masih kuat pada masa penulisan Alkitab, Debora sebagai hakim mencerminkan bagaimana seorang perempuan yang dipilih oleh Tuhan dapat menjadi pemimpin.
Lebih jauh, gaya kepemimpinan Debora memiliki karakter yang berbeda dengan hakim laki-laki. Sinergi antara Debora dan Barak mengalahkan Raja Yabin yang didampingi oleh panglima Sisera, seorang pemimpin dengan pasukan besar dan persenjataan yang kuat. Cara Debora memimpin Israel dan mengatasi masalah umat Tuhan berbeda dengan pola yang dilakukan oleh hakim laki-laki. Debora memiliki karakteristik yang khas.
Dengan demikian, kisah Debora merupakan representasi perjalanan panjang perempuan dalam mencapai pengakuan dan kesetaraan di ranah kepemimpinan, serta memberikan sebuah refleksi mendalam tentang bagaimana nilai-nilai dan norma-norma sosial, budaya, maupun agama mempengaruhi persepsi terhadap perempuan dalam posisi kepemimpinan.

















