Obral!

Nilai-Nilai Sufisme dalam Jamaah Salawat Wahidiyah

Rp96.000

Aliran tasawuf Jamaah Ṣalawat Wahidiyah ini mengalami perkembangan yang pesat hingga ke berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, Kalimantan, Sulawesi Maluku bahkan hingga ke Pulau Bali dan pengamalnya dari berbagai latar belakang mulai dari kelompok elit hingga masyarakat awam bahkan ada yang berasal dari non muslim seperti warga Kristen di Maluku, warga Hindu di Bali.

Kehadiran tasawuf benar-benar merupakan solusi yang tepat karena tasawuf Islam memiliki semua unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia, sistemnya berada dalam koridor syariat Islam. Disamping itu, tasawuf secara seimbang memberikan kesejukan batin dan disiplin syariah sekaligus. Ia bisa dipahami sebagai pembentuk tingkah laku melalui pendekatan tasawuf sulūk dan bisa memuaskan dahaga intelektual melalui pendekatan tasawuf falsafi serta ia bisa diamalkan oleh setiap muslim dari berbagai lapisan sosial manapun. Mereka berlomba-lomba menempuh jalan tarekat melewati aḥwal dan maqam menuju Tuhan yang satu yaitu Allah swt.

Keberadaan tasawuf ini sempat menjadi perdebatan apakah termasuk tarekat atau bukan. Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Gus Dur pada tahun 1974. Gus Dur berkesimpulan bahwa orang yang menjalani kehidupan tasawuf di Indonesia bisa dibagi menjadi dua. Kelompoik pertama bertasawuf akhlaqnya, seperti warga Muhammadiyah, mereka bisa saja bertasawuf meskipun tidak menjadi anggota tasawuf. Kelompok kedua dibagi menjadi dua yaitu pertama, anggota tarekat yang berjumlah ada 45. Kedua adalah gerakan tasawuf tertentu, namun bukan tarekat. Dan Ṣalawat Wahidiyah termasuk kedalam katagori yang kedua yaitu gerakan tasawuf, namun bukan tarekat, karena Ṣalawat Wahidiyah mengajak manusia kembali kepada Allah dengan seruannya fa firrū ila Allah. Dan juga sebagaimana yang disampaikan oleh Ny. Hj Khosniah, bahwa Jamaah Ṣalawat Wahidiyah bukanlah tarekat, akan tetapi merupakan jamaah salawāh yang bacaannya langsung dari Rasulullah saw yang disampaikan kepada KH. Abdoel Madjid Ma’roef dalam keadaan terjaga.

Aliran tasawuf Jamaah Ṣalawat Wahidiyah ini mengalami perkembangan yang pesat hingga ke berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, Kalimantan, Sulawesi Maluku bahkan hingga ke Pulau Bali dan pengamalnya dari berbagai latar belakang mulai dari kelompok elit hingga masyarakat awam bahkan ada yang berasal dari non muslim seperti warga Kristen di Maluku, warga Hindu di Bali.

Berat 500 g
ISBN

978-623-6786-03-1

Jenis Kertas

Bookpaper 57 Gram

Jumlah Halaman

vii + 188

Kategori

Agama Islam

Laminasi Cover

Doff (Soft)

Penulis

Muhammad Husni, Fathul Wahab

Tahun Terbit

September 2020

Ukuran Buku

15.5×23 cm

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Nilai-Nilai Sufisme dalam Jamaah Salawat Wahidiyah”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kategori