“Melepasmu bukan tentang berhenti mencintai, melainkan tentang belajar tidak lagi kehilangan diri sendiri.”
Buku ini adalah kumpulan prosa reflektif tentang kehilangan, tentang rumah yang perlahan berubah, tentang bertahan terlalu lama, dan tentang keberanian untuk akhirnya melepaskan.
Di dalamnya, tersimpan perjalanan seseorang yang belajar memahami bahwa tidak semua hubungan berakhir karena tidak ada cinta, tetapi karena ada luka yang tidak pernah benar-benar selesai.
Dengan bahasa yang lembut dan reflektif, Melepasmu mengajak pembaca berdamai dengan masa lalu, menerima kenyataan, dan perlahan menemukan kembali dirinya sendiri.
Karena pada akhirnya, yang paling penting bukan tentang siapa yang pergi, melainkan bagaimana kita tetap utuh setelahnya.

















