Geografi Regeneratif menawarkan paradigma revolusioner dalam menata kembali raga Nusantara. Buku ini mendekonstruksi model pembangunan ekstraktif melalui Intelegensia Pembangunan yang beralih dari sekadar menjaga keberlanjutan menuju pemulihan aktif. Berpijak pada instrumen The Regenerative Triangle, setiap kebijakan spasial diuji melalui tiga filter ketat: Vitalitas Ekologis, Keadilan Resiprokal, dan Intelegensia Spasial.
Dengan membedah “Biografi Tanah” melalui metodologi Deep Mapping penulis menyajikan protokol strategis bagi pengambil kebijakan, praktisi serta akademisi untuk memastikan setiap jengkal infrastruktur mampu memberikan surplus bagi kehidupan. Inilah peta jalan esensial mewujudkan Indonesia Emas 2045 sebagai adidaya spasial yang bugar, berdaulat, dan mandiri secara sirkular.

















