Meng-ASI-hi adalah ibadah yang sunyi. Ibadah yang menguatkan jasad, menenangkan jiwa, dan mempererat fitrah cinta ibu dan buah hati. Karakter anak akan tumbuh dari momen bonding untuk menyalurkan nutrisi terbaik di mana hanya bisa terjadi sekali seumur hidup tanpa bisa diulang kembali. Buku Menyusui dalam Kaidah Fikih, Kesehatan, dan Kasih Sayang ini mengintegrasikan ketiga aspek dalam nilai-nilai yang sesuai dengan kaidah ahlussunnah wal jama’ah dan juga dunia kesehatan modern.
Ning dr. Millah Sofia., M.Biomed., S.Ked.
PP Sabilurrosyad Gasek, Malang
Disusun dengan pendekatan fikih yang kuat dan ditopang dengan penjelasan medis yang mapan, buku ini mengajak kita menyelami bahwa Islam menempatkan proses menyusui sebagai bagian dari ibadah yang penuh cinta.
Setiap bab dirancang untuk menjawab kegelisahan para ibu, calon ibu, maupun tenaga kesehatan. Mulai dari hukum fikih menyusui, hak ibu dan anak, persoalan donor asi yang berdampak pada mahram sepersusuan, hingga cara menjaga produksi ASI dan bagaimana agar kualitas ASI tetap terjaga saat berpuasa atau dalam kondisi sakit.
Buku ini menjembatani antara ilmu dan cinta, antara hukum dan kasih sayang, antara tugas dan karunia. Sebuah bacaan yang dipersembahkan untuk siapa saja yang ingin menjadikan perjalanan menyusuinya sebagai bentuk pengabdiannya pada Allah.
Ning Hj. Nuvisa Rizqid Diiny el Ulya
PP Khaira Ummah Malang

















