Pada hakikatnya, tiap lembar buku ini berisi ketidaktahuan sama sekali.
Sungguh, baca saja tiap baitnya!
Juga tiap kalimat, kata, dan hurufnya.
Barangkali, Pembaca ingin merasakan gores tintanya yang polos.
Sudilah untuk melonggarkan kerah.
Agar tidak begitu erat mencekik.
Pada akhirnya, buku ini tetaplah seonggok kertas bertinta.
Yang tidak demikian adalah Pembaca apabila berpikir.
Sebab, penulis sungguh tidak tahu apa-apa.

















