Monograf ini menyajikan pendekatan baru dalam evaluasi kesesuaian lahan sawah di Indonesia melalui integrasi geofisika, geokimia, dan data spasial tiga dimensi (3D) dalam satu metode terpadu yang disebut geoikfisikokimia. Pendekatan ini menggabungkan analisis geologi, iklim, sifat fisika-kimia tanah untuk menilai kesesusian lahan dalam mendukung sistem pertanian sawah secara berkelanjutan. Buku ini didasarkan pada studi kasus di DAS Sumani, Sumatera Barat, menggunakan teknologi surfer tool dan metode overlay multikriteria yang dirancang mengikuti kerangka evaluasi lahan FAO (1976). Hasilnya adalah peta spasial 3D yang menggambarkan distribusi kesesuaian sawah berdasarkan kelas (S1, S2, S3, N) dan faktor pembatas seperti ketersediaan silika (Si), KTK, pH, erosi, dan tekstur tanah.
Monograf ini juga dilengkapi analisis laboratorium menggunakan ICP, AAS dan spektrofotometri, serta strategi intervensi berbasis data, seperti aplikasi pupuk silikat untuk meningkatkan produktivitas lahan marginal. Dengan pendekatan berbasis ilmu dan teknologi, buku ini tidak hanya bermanfaat bagi akademisi dan peneliti, tetapi juga sebagai panduan teknis bagi praktisi pertanian, perencana wilayah, dan pengambil kebijakan. Monograf ini menawarkan kontribusi penting dalam pengembangan evaluasi lahan presisi, yang hemat biaya dan dapat diterapkan luas di berbagai kondisi agroekologi tropis. Buku ini merefleksikan arah baru dalam pengelolaan sumber daya alam yang terintegrasi, berbasis spasial, dan berorientasi keberlanjutan.

















