Transformasi Digital sebagai Wadah untuk Melestarikan Bahasa Daerah : Studi GWK Bali

Rp105.000

Pergeseran penggunaan bahasa sudah terjadi di mana-mana, akan tetapi masih ada sekelompok masyarakat yang peduli dengan bahasa daerahnya dan ingin melestarikannya. Dengan memanfaatkan media sosial, masyarakat Bali yang resah akan pergeseran bahasanya bergabung ke dalam suatu grup Facebook sebagai wadah untuk melestarikan penggunaan Bahasa Bali. Dalam buku ini penulis mengkaji grup Facebook yang aktif menggunakan bahasa Bali, yaitu Grup Wija Kasaur (GKW). Buku ini menjadi penting di tengah-tengah keresahaan masyarakat Bali akan adanya pergeseran Bahasa. Buku ini akan memuat konsep-konsep penting terkait dengan sosiolinguistik dan aktualisasinya dalam bahasa media di Grup Wija Kasaur (GKW) Bali. Buku ini layak dijadikan sebagai rujukan atau referensi tentang komunikasi nonverbal di media sosial.

Pergeseran penggunaan bahasa sudah terjadi di mana-mana, akan tetapi masih ada sekelompok masyarakat yang peduli dengan bahasa daerahnya dan ingin melestarikannya. Dengan memanfaatkan media sosial, masyarakat Bali yang resah akan pergeseran bahasanya bergabung ke dalam suatu grup Facebook sebagai wadah untuk melestarikan penggunaan Bahasa Bali. Dalam buku ini penulis mengkaji grup Facebook yang aktif menggunakan bahasa Bali, yaitu Grup Wija Kasaur (GKW). Buku ini menjadi penting di tengah-tengah keresahaan masyarakat Bali akan adanya pergeseran Bahasa. Buku ini akan memuat konsep-konsep penting terkait dengan sosiolinguistik dan aktualisasinya dalam bahasa media di Grup Wija Kasaur (GKW) Bali. Buku ini layak dijadikan sebagai rujukan atau referensi tentang komunikasi nonverbal di media sosial.

Jumlah Halaman

x + 167

Ukuran Buku

15,5 x 23

Penulis

I Wayan Jatiyasa

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Transformasi Digital sebagai Wadah untuk Melestarikan Bahasa Daerah : Studi GWK Bali”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori