Subak dikenal sebagai organisasi tradisional Bali yang berperan penting dalam proses produksi/kegiatan usahatani, tetapi juga masih lekat dengan budaya yang sangat maskulin. Meski demikian, peran perempuan di subak sebenarnya relatif seimbang terutama dalam proses produksi/kegiatan usaha taninya. Akan tetapi, dalam hal akses, kontrol, dan menikmati manfaat masih relatif terbatas.
Adanya masalah tersebut, buku ini hadir sebagai referensi untuk memahami masalah kesenjangan gender, khususnya dalam kegiatan usahatani padi rumah tangga pada subak di Bali. Pembahasan mencakup pengenalan terhadap konsep dan teori gender hingga keadilan gender pada konteks lokal, khususnya pada rumah tangga petani subak di Bali.
Kesenjangan gender yang dibahas meliputi kesenjangan gender dari aspek akses terhadap kredit, input produksi, teknologi produksi, pelatihan keterampilan, informasi terhadap harga produk-produk pertanian dan pemasarannya, serta akses dan kontrol terhadap kepemilikan lahan dan tenaga kerja. Buku ini menelusuri pembagian peran perempuan dan laki-laki dalam setiap proses usahatani padi, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen, sampai kegiatan penjualan hasil.
Hadirnya buku ini merupakan dukungan nyata untuk mendorong terwujudnya kesetaraan gender dan pengembangan manusia yang lebih berkualitas dalam sektor pertanian, khususnya pada sistem subak di Bali. Buku ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti di bidang sosial dan gender, sekaligus memberikan wawasan bagi pemerintah dan pemangku kebijakan dalam merumuskan kebijakan yang sensitif gender.

















