Obral!

Mengejar Pelangi

Rp153.000

Novel Mengejar Pelangi bercerita tentang kehidupan seorang anak yang tinggal di pedalaman wilayah Lampung. Cerita ini berkisar tentang masa kecil Abi yang hidupnya dipenuhi dengan keingintahuan yang sangat kuat. Meskipun hidup dalam berbagai keterbatasan, kehidupanya penuh dengan keceriaan dan optimisme.

Selain tokoh Abi, novel ini juga mencaritakan perjuangan orang tuanya, yaitu Bapak Umar dan Bu Hartati. Mereka adalah orang Jawa yang mencari keberuntungan di daerah transmigrasi. Tempat tinggalnya berpindah-pindah dari numpang di rumah saudara, tinggal di tengah perkebunan kopi, sampai akhirnya bisa membangun rumah sederhana di sebuah dusun kecil. Sementara itu, saat Abi sudah sekolah, ibu Hartati, istri pak Umar, harus bekerja berjualan keliling dari kampung ke kampung demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kehidupan keluarga kecil ini tidak lepas dari berbagai persoalan. Selain menghadapi kesulitan ekonomi, mereka juga harus menghadapi pemerintahan desa yang dholim. Pemerintahan desa yang sedianya melindungi rakyat, justru menyalahgunakan kekuasaan. Lurah desa tempat mereka tinggal, mengekploitasi warga untuk kepentingan pribadi dan keluarganya. Penduduk diperas dengan harus membayar upeti juga menyisihkan waktu untuk bekerja di perkebunan mereka. Sumber-sumber bisnis potensial juga dieksploitasi keluarga lurah. Lurah sering bersikap arogan terhadap warga yang berani membangkang.

Selain kedholiman penguasa, novel ini juga bercerita tentang pertentangan antarsuku. Penduduk asli yang disebutnya pribumi, sering bersikap semena-mena terhadap para pendatang. Penduduk transmigran bersuku Jawa dianggap budak, karena kebanyakan mereka menggantungkan penghasilan dari menyewa tanah milik pribumi. Hubungan vertikal yang penuh kesenjangan dan ketidakadilan sering terjadi. Pengalaman seperti ini juga dihadapi keluarga Pak Umar. Ia pernah tertipu oleh salah seorang pemilik tanah yang disewanya.

Novel ini mengajarkan nilai-nilai yang bermanfaat baik untuk orang tua maupun anak-anak. Keluarga kecil ini mengajarkan bagaimana bertahan dalam berbagai keadaan. Berbagai kesulitan hidup tidak membuat mereka menyerah. Sebaliknya, Pak Umar selalu mengajarkan ajaran kemandirian, kedisiplinan, tatakrama dan dedikasi kepada anaknya, Abi. Ajaran kedisiplinan dicontohkan dengan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Pak Umar juga sering memberikan motivasi dan dorongan agar Abi berjuang lebih keras dalam hidup. Pak Umar juga satu-satunya orang tua di desa itu yang memiliki cita-cita mulia untuk merubah kehidupan mereka dengan menyekolahkan Abi ke Pulau Jawa.

Akhirnya, berkat dorongan dan motivasi ayahnya, Abi bersedia mengikuti saran ayahnya yaitu pergi ke pulau Jawa. Mereka menantang arus, karena kebanyakan orang di kampungnya hanya tamatan SD.

Novel Mengejar Pelangi bercerita tentang kehidupan seorang anak yang tinggal di pedalaman wilayah Lampung. Cerita ini berkisar tentang masa kecil Abi yang hidupnya dipenuhi dengan keingintahuan yang sangat kuat. Meskipun hidup dalam berbagai keterbatasan, kehidupanya penuh dengan keceriaan dan optimisme.

Selain tokoh Abi, novel ini juga mencaritakan perjuangan orang tuanya, yaitu Bapak Umar dan Bu Hartati. Mereka adalah orang Jawa yang mencari keberuntungan di daerah transmigrasi. Tempat tinggalnya berpindah-pindah dari numpang di rumah saudara, tinggal di tengah perkebunan kopi, sampai akhirnya bisa membangun rumah sederhana di sebuah dusun kecil. Sementara itu, saat Abi sudah sekolah, ibu Hartati, istri pak Umar, harus bekerja berjualan keliling dari kampung ke kampung demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Kehidupan keluarga kecil ini tidak lepas dari berbagai persoalan. Selain menghadapi kesulitan ekonomi, mereka juga harus menghadapi pemerintahan desa yang dholim. Pemerintahan desa yang sedianya melindungi rakyat, justru menyalahgunakan kekuasaan. Lurah desa tempat mereka tinggal, mengekploitasi warga untuk kepentingan pribadi dan keluarganya. Penduduk diperas dengan harus membayar upeti juga menyisihkan waktu untuk bekerja di perkebunan mereka. Sumber-sumber bisnis potensial juga dieksploitasi keluarga lurah. Lurah sering bersikap arogan terhadap warga yang berani membangkang.

Selain kedholiman penguasa, novel ini juga bercerita tentang pertentangan antarsuku. Penduduk asli yang disebutnya pribumi, sering bersikap semena-mena terhadap para pendatang. Penduduk transmigran bersuku Jawa dianggap budak, karena kebanyakan mereka menggantungkan penghasilan dari menyewa tanah milik pribumi. Hubungan vertikal yang penuh kesenjangan dan ketidakadilan sering terjadi. Pengalaman seperti ini juga dihadapi keluarga Pak Umar. Ia pernah tertipu oleh salah seorang pemilik tanah yang disewanya.

Novel ini mengajarkan nilai-nilai yang bermanfaat baik untuk orang tua maupun anak-anak. Keluarga kecil ini mengajarkan bagaimana bertahan dalam berbagai keadaan. Berbagai kesulitan hidup tidak membuat mereka menyerah. Sebaliknya, Pak Umar selalu mengajarkan ajaran kemandirian, kedisiplinan, tatakrama dan dedikasi kepada anaknya, Abi. Ajaran kedisiplinan dicontohkan dengan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Pak Umar juga sering memberikan motivasi dan dorongan agar Abi berjuang lebih keras dalam hidup. Pak Umar juga satu-satunya orang tua di desa itu yang memiliki cita-cita mulia untuk merubah kehidupan mereka dengan menyekolahkan Abi ke Pulau Jawa.

Akhirnya, berkat dorongan dan motivasi ayahnya, Abi bersedia mengikuti saran ayahnya yaitu pergi ke pulau Jawa. Mereka menantang arus, karena kebanyakan orang di kampungnya hanya tamatan SD.

Jumlah Halaman

x + 365

Penulis

Wajiran

Ukuran Buku

14 x 20

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Mengejar Pelangi”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori