“Bagaimana jika alam semesta diperbolehkan mengimprovisasi kehidupan manusia?”
“Bagaimana jika setiap cerita ditutup dengan tetes air mata?”
“Bagaimana jika para penjahat langsung dibuang ke neraka?”
Melihat kehidupan yang biasa-biasa saja, penulis menuangkan kemungkinan-kemungkinan lain yang tidak pernah ia lihat. Bermodalkan logika yang tercampur dengan imajinasi, Jumat Malam Hasad dan Dewi menjadi rumah tinggal bagi banyak kisah sadis yang ditulis dengan senyuman. Hingga orang-orang bersalah langsung dibuang ke neraka sementara yang baik menyaksikannya dari surga.
Jumat Malam Hasad dan Dewi, tentang kehidupan manusia yang tak akan pernah baik-baik saja.

















