Transisi komunikasi media massa ke komunikasi media digital, cepat atau lambat akan terkonsolidasi dan menjadi wacana utama akademik dalam studi dan bidang komunikasi. Komunikasi media digital merupakan fase lanjut dari perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Perpaduan antara teknologi informasi, komputer, telekomunikasi, dan penyiaran telah memunculkan proliferasi media baru seperti internet (Web 2.0 dan Web 3.0), media sosial, dan bentuk platform media digital yang ditopang oleh sistem kerja automation, robotic, augmented reality, artificial intelligence, internet of things, dan seterusnya. Semua itu disertai dengan konsep-konsep dan pemikiran-pemikiran baru. Kesenjangan intelektual yang berkembang bersama proses transisi dari fenomena komunikasi massa ke media digital telah menimbulkan keterbatasan pemahaman terhadap fenomena komunikasi media digital itu sendiri. Ini bukan karena apa, melainkan karena masih kuatnya dominasi pemikiran komunikasi massa.
Selain itu, masih adanya area abu-abu yang menentukan fenomena komunikasi media digital, secara tersamar sebagai fenomena komunikasi media massa. Akibatnya, teori-teori komunikasi massa masih dicoba dan dicocokkan dengan fenomena komunikasi media digital. Buku sederhana ini, tidak dimaksudkan untuk mengatasi semua persoalan transisi dari komunikasi media massa ke media digital, tetapi setidaknya menunjukkan transisi itu akan menentukan pemahaman kita terhadap fenomena komunikasi media digital sehingga kerancuan antara pemikiran komunikasi media massa dan media digital dapat dijernihkan dan tidak salah mengajarkan terhadap inti pemikiran tentang komunikasi media digital.

















