Ekologi Belalang Kembara Lokusta di Nusa Tenggara

Rp94.000

Belalang kembara yang ada di Kabupaten TTU, Belu, dan Sumba Timur pada umumnya merusak tanaman jagung dan padi dalam skala yang besar sehingga menimbulkan kerugian ekonomis yang sangat tinggi. Demikian pula, Brader et al., (2006) menyatakan bahwa belalang kembara Schistocerca gregaria berpotensi menjadi hama serangga paling merusak di dunia pada tahun 2003—2004, yang menyebabkan kerugian panen sebesar 80—1 00% dan basil pertanian. Menurut laporan dan Provinsi NTT, ledakan belalang kembara terjadi pada tahun 2007 dan awal 2008, yang menyebabkan hilangnya bahan makanan, khususnya jagung dan padi, serta beberapa jenis tanaman lainnya.

Belalang kembara merupakan salah satu hama yang sangat mengancam dan merusak tanaman di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hama ini menyebar di beberapa kabupaten, antara lain Kabupaten Timor Tengab Utara (TTU) dan Belu yang berada di Pulau Timor, serta Sumba Timur di Pulau Sumba. Kedua pulau ini jaraknya sangat jaub, terpisab sekitar 877,6 km oleb laut serta memiliki topografi yang berbeda-beda. Spesies polifag ini (Hill, 2008; Chapman et al., 201 5) merupakan hama yang merusak sejumlah tumbuhan yang memiliki nilai ekonomi tinggi di wilayah tersebut.

Berat 350 g
ISBN

978-623-6372-17-3

Jenis Kertas

HVS 70 Gram

Jumlah Halaman

x + 155

Kategori

Biologi

Laminasi Cover

Glossy

Penulis

Dr. Nikolas Nik, S.P., M.Si.

Tahun Terbit

Juni 2021

Ukuran Buku

15.5×23 cm

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Ekologi Belalang Kembara Lokusta di Nusa Tenggara”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kategori