Rasa hormat dan bangga kepada orang tua kami, Bapa dan Uma yang begitu gigih menyekolahkan kami. Setelah kami berkeluarga semuanya, kami semakin bangga kepada Bapa dan Uma. Kami yang sudah berpendidikan dan berpenghasilan lumayan, tapi kami rasakan bagaimana beratnya mengurus keluarga dan menyekolahkan anak yang tidak banyak.
Ada prinsip hidup dari Bapa dan Uma yang sangat bagus dan patut ditiru, yaitu ‘Anakhonhi do hamoraon di au’ (BB: Anak itulah kekayaan. Ada pula lagu Batak yang sangat populer tentang ini. Kamilah anak-anaknya kebanggaan dan kekayaan bagi orang tua kami, Op. Margaret.
Orang tua kami, Bapa dan Uma tidak mempersiapkan harta kepada kami. Tanah dan rumah tidak ada yang akan diwariskan kepada anak-anaknya. Akan tetapi, kami semua sudah punya modal dan harta masing-masing yang sangat tinggi nilainya yaitu pendidikan yang diperjuangkan Bapa dan Uma. Suatu prinsip dan sikap yang sangat mulia. Bapa dan Uma rela mengerjakan semuanya demi anak-anaknya. Orang tua kami rela tidak punya apa-apa demi anaknya bisa sekolah. Kami semua anak-anak Op. Margaret sudah melihat dan merasakan itu.

















