Demokratisasi yang mengalir deras setelah tumbangnya Orde Baru, selain memberikan banyak sisi positif, tetapi di satu sisi menjadi lahan bagi berkembangnya kelompok Islam Radikal. Fenomena radikalisme di kalangan umat Islam sering kali disandarkan pada pemahaman agama, padahal pencetus radikalisme bisa berasal dari berbagai bidang, seperti ekonomi, politik, sosial, dan lain sebagainya. Apabila kita telusur secara historis, kelompok Islam radikal awal ditandai dengan munculnya kelompok Khawarij. Di era kontemporer, kelompok Islam radikal kerap dikaitkan dengan gerakan terorisme.
Melihat fenomena demikian, melalui buku ini, penulis memberikan perspektif yang berbeda, yaitu perihal bagaimana kelompok Islam moderat memperjuangkan nilai-nilai toleransi dan perdamaian antarumat beragama. Lebih lanjut, dalam buku ini juga diulas secara mendalam bagaimana perspektif dan aksi kelompok Islam moderat, serta komparasi ajaran-ajaran moderat dalam agama-agama lain. Buku ini merupakan referensi yang cocok untuk melihat bagaimana kerukunan umat beragama dibangun di Indonesia yang lekat dengan kebudayaan masyarakat pluralnya.

















