Buku Bukan Siapa-Siapa bukan hanya bicara tentang orang berdosa atau tak berguna, melainkan juga tentang pertempuran identitas rohani: apakah kita percaya pada kebohongan iblis yang membuat kita merasa tidak berharga, atau pada kebenaran Allah yang menyebut kita anak-Nya yang dikasihi.
Lebih dari sekadar bacaan, biarlah setiap halaman menjadi undangan untuk sebuah perjalanan rohani—perjalanan menuju transformasi. Dari keraguan menuju keyakinan, dari luka menuju pemulihan, dari perasaan tidak layak menuju hidup dalam identitas yang sejati.
Kamu, yang dahulu bukan umat Allah (bukan siapa-siapa), tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya; yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan” (1 Petrus 2:10, TB).
Kiranya buku ini menolong kita semua untuk berhenti mendengarkan kebohongan iblis, dan mulai berdiri teguh dalam kebenaran Allah. Sebab ketika kita mengenali siapa kita di dalam Kristus, kita dapat berjalan dalam panggilan dan rencana besar-Nya.
Tuhan Yesus memberkati.
Ditulis oleh hamba yang dikasihi-Nya,
Yulina Harazaky Zebua

















