Aspek-Aspek Penting yang Diperlukan dalam Penyuntingan

Aspek-Aspek Penting yang Diperlukan dalam Penyuntingan

Menyunting bukanlah pekerjaan yang mudah. Seorang penyunting atau editor harus memiliki pengetahuan kebahasaan yang luas. Lalu, aspek penting apa saja dalam proses penyuntingan?Mari kita simak pembahasan berikut ini.

  1. Pengertian Penyuntingan

Secara umum penyuntingan atau pengeditan merupakan suatu aktivitas dalam menyiapkan naskah dan sebagainya dengan memperhatikan tata penyajiannya yang bertujuan untuk diterbitkan dalam bentuk cetakan. Sedangkan menurut kalangan penerbit, penyuntingan adalah menyiapkan, menyeleksi, dan menyesuaikan naskah orang lain untuk penerbitan atau penyiaran.

Setelah melakukan penyuntingan, harus dipastikan tulisan tidak lagi mengandung kesalahan. Oleh karena itu, penyunting harus menguasai bahasa Indonesia dengan baik seperti Ejaan yang Disempurnakan (EyD) agar dapat memperbaiki tulisan. Jika penyunting melakukan penyuntingan dengan baik dan benar berdasarkan aspek penyuntingan,  serta tanggung jawab terhadap naskah, maka akan tercipta naskah yang layak untuk dicetak dan diterbitkan.

Baca juga: Pengertian, Jenis, dan Tips Menulis Artikel Listicle

Tips Mengubah Hasil Penelitian menjadi Buku

Bagian dan Tips Menulis Prakata pada Buku

  1. Aspek-aspek Penting dalam Penyuntingan

Berikut beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam proses penyuntingan:

  • Penyuntingan Isi

Pada proses ini, penyuntingan penelitian sesuai dengan isi, materi dengan konsep, serta teliti total isi naskah. Penyuntingan mencakupi kesesuaian dengan penjelasan materi judul atau sub judul: kelengkapan materi dan kedalaman materi, yang berkaitan dengan kecocokan, kualitas, dan kuantitas wacana; keakuratan materi dengan konsep dan fakta:  keakuratan dalam konsep atau teori, keakuratan dalam pemilihan contoh, dan keakuratan dalam latihan, dan sesuai dengan ilmu pengetahuan, fitur, dan rujukan.

  • Penyuntingan Keterbacaan

Pada aspek ini dititikberatkan pada penataan letak. Meskipun proses tersebut merupakan tanggung jawab tim penata letak, seorang penyunting juga harus ikut memastikan bahwa tata letak dapat menunjang keterbacaan pada sebuah tulisan.

  • Penyuntingan Kebahasaan

Proses penyuntingan tingkat kebahasaan harus memperhatikan sasaran pembaca dengan menggunakan bahasa yang komunikatif. Seorang penyunting harus menguasai bahasa Indonesia secara luas, sehingga menghasilkan kalimat yang baik, benar, baku, dan pilihan kata yang pas. Tidak mungkin seorang penyunting naskah harus memperbaiki kalimat orang lain jika si penyunting naskah sendiri tidak mengetahui syarat-syarat kalimat sesuai EyD.

  • Penyuntingan Grafika

Penyuntingan grafika merupakan penyuntingan yang berhubungan dengan fisik buku, seperti bahan kertas buku, desain kulit, desain isi, cetak, pengemasan, dan jilid.

  • Penyuntingan Wawasan Kebangsaan

Penyuntingan ini berhubungan dengan wawasan kebangsaan, seperti wawasan integrasi budaya.

  • Penyuntingan Penyajian

Proses penyuntingan ini disesuaikan dengan struktur naskah, termasuk cara dan kelengkapan penyajian materi. Penyuntingan teknik penyajian mencakupi penyuntingan konsistensi sistematika penyajian yang disampaikan secara jelas serta fokus. Selain itu, ada taat asas dalam setiap bab, yakni ada bagian pendahuluan, isi serta penutup.

  • Penyuntingan Gaya Selingkung

Penyuntingan ini disesuaikan dengan gaya selingkung masing-masing penerbit.

Dari keseluruhan aspek tersebut, aspek keterbacaan dan kebahasaan merupakan poin yang sangat penting. Sebab naskah yang mengandung banyak kekeliruan bahasa akan memiliki tingkat keterbacaan yang rendah. Hal tersebut dapat merepotkan pembaca sasaran. Untuk itu, penyunting yang melakukan penyuntingan memiliki tanggung jawab besar atas keberhasilan suatu naskah.

Demikianlah pembahasan pengertian beserta aspek-aspek penting yang perlu diperhatikan dalam penyuntingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.