Buku Ajar Pemberdayaan Masyarakat: Pedoman Praktis bagi Akademisi, Penggiat, Praktisi, dan Birokrasi dalam Kajian Pembangunan Sosial Ekonomi karya Prof. Dr. Adhi Iman Sulaiman disusun sebagai rujukan akademik dan praktis yang selaras dengan paradigma Outcome-Based Education (OBE) serta kerangka Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dalam bidang pembangunan sosial ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
Buku ini menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai pendekatan pembangunan yang berorientasi pada capaian pembelajaran nyata (learning outcomes), yakni terbentuknya individu dan komunitas yang memiliki pengetahuan konseptual, sikap partisipatif, serta keterampilan aplikatif dalam mengelola potensi sosial ekonomi secara mandiri dan berkelanjutan. Dengan demikian, buku ajar ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber pengetahuan teoretis, tetapi juga sebagai panduan pembelajaran transformatif yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan sesuai jenjang pendidikan tinggi.
Secara konseptual, buku ini mengkaji pemberdayaan masyarakat sebagai paradigma pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan (people-centered development). Pemberdayaan dipahami sebagai proses peningkatan kapasitas individu dan kelompok yang mencakup dimensi psikologis, ekonomi, sosial-politik, dan kultural. Pendekatan multidimensional ini sejalan dengan prinsip OBE yang menekankan keterpaduan antara pengetahuan (cognitive), sikap dan nilai (affective), serta keterampilan (psychomotor dan soft skills).
Prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat seperti partisipasi aktif, kesetaraan, kemandirian, kolaborasi multipihak, dan keberlanjutan dijadikan fondasi paradigmatik dan metodologis dalam setiap bab. Prinsip-prinsip ini selaras dengan capaian sikap dan tata nilai dalam KKNI, yakni terbentuknya lulusan yang memiliki kepekaan sosial, tanggung jawab, etika profesi, serta kemampuan bekerja sama lintas sektor. Buku ini secara eksplisit mengarahkan pembelajaran agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai pemberdayaan dalam praktik nyata.

















