Buku ini menguraikan sebuah terobosan strategis dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan melalui integrasi tiga pilar utama: diklat pekerja migran Indonesia (PMI), teaching factory (TEFA) kolaborasi, dan Koperasi Merah Putih SMK. Melalui pendekatan pendidikan vokasi yang diperkuat dengan kemitraan industri dan peluang kerja global, buku ini menghadirkan model nyata bagaimana sekolah dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
TEFA tidak hanya menjadi ruang praktik dalam konteks transformasi pendidikan vokasi, tetapi berubah menjadi ekosistem produksi yang menghubungkan siswa, guru, dunia usaha, UMKM, hingga desa. Model ini dilengkapi dengan jalur penempatan kerja luar negeri melalui program PMI khususnya ke Jepang melalui skema TITP dan SSW yang membuka akses bagi lulusan untuk memperoleh keterampilan internasional serta pendapatan yang signifikan. Di sisi lain, Koperasi Merah Putih SMK berfungsi sebagai simpul ekonomi yang mengelola produksi, pemasaran, dan pemberdayaan berbasis komunitas.
Melalui sinergi ketiga pilar tersebut, buku ini menunjukkan bagaimana pendidikan vokasi mampu menjadi penggerak ekonomi, penguatan karakter, dan solusi berkelanjutan bagi pengentasan kemiskinan menuju Indonesia Emas 2045. Buku ini ditujukan bagi pendidik, pemerintah daerah, industri, dan siapa pun yang ingin memahami model pemberdayaan berbasis sekolah yang visioner dan aplikatif.

















