Lompat ke konten

Bintang Pustaka I Penerbit Buku Pendidikan I Anggota IKAPI

Obral!

Komunikasi Sejarah Monumen Pers Nasional Surakarta

Harga aslinya adalah: Rp70.000.Harga saat ini adalah: Rp59.500.

Buku Komunikasi Sejarah Monumen Pers Nasional Surakarta mengajak pembaca memahami perjalanan sebuah gedung bersejarah yang menjadi saksi penting perkembangan pers dan kehidupan publik di Indonesia. Melalui penelusuran sejarah gedung dan tokoh-tokoh yang terlibat, seperti KGPAA Mangkunegara VII dan Mas Aboekassan Atmodirono, buku ini menggambarkan peran Societeit Sasana Soeka Mangkunegaran sebagai ruang pertemuan dan pertukaran gagasan pada masanya. Riwayat gedung diuraikan secara kronologis, mulai dari fungsinya sebagai gedung pertemuan, lahirnya Solosche Radio Vereeniging (SRV) pada 1933, keterkaitannya dengan Palang Merah Indonesia, hingga penyelenggaraan Kongres Persatuan Wartawan Indonesia.

Buku ini juga membahas proses lahirnya Monumen Pers Nasional, mulai dari ide dan gagasan, peresmian, hingga aspek kelembagaan yang menopangnya. Tidak hanya merekam masa lalu, pembahasan tentang revitalisasi dan digitalisasi menunjukkan upaya menjaga relevansi monumen di tengah perkembangan teknologi informasi. Dilengkapi dengan ulasan koleksi museum, buku ini menjadi rujukan bagi pembaca umum, mahasiswa, dan peneliti yang ingin memahami komunikasi sejarah pers Indonesia melalui Monumen Pers Nasional Surakarta.

Buku Komunikasi Sejarah Monumen Pers Nasional Surakarta mengajak pembaca memahami perjalanan sebuah gedung bersejarah yang menjadi saksi penting perkembangan pers dan kehidupan publik di Indonesia. Melalui penelusuran sejarah gedung dan tokoh-tokoh yang terlibat, seperti KGPAA Mangkunegara VII dan Mas Aboekassan Atmodirono, buku ini menggambarkan peran Societeit Sasana Soeka Mangkunegaran sebagai ruang pertemuan dan pertukaran gagasan pada masanya. Riwayat gedung diuraikan secara kronologis, mulai dari fungsinya sebagai gedung pertemuan, lahirnya Solosche Radio Vereeniging (SRV) pada 1933, keterkaitannya dengan Palang Merah Indonesia, hingga penyelenggaraan Kongres Persatuan Wartawan Indonesia.

Buku ini juga membahas proses lahirnya Monumen Pers Nasional, mulai dari ide dan gagasan, peresmian, hingga aspek kelembagaan yang menopangnya. Tidak hanya merekam masa lalu, pembahasan tentang revitalisasi dan digitalisasi menunjukkan upaya menjaga relevansi monumen di tengah perkembangan teknologi informasi. Dilengkapi dengan ulasan koleksi museum, buku ini menjadi rujukan bagi pembaca umum, mahasiswa, dan peneliti yang ingin memahami komunikasi sejarah pers Indonesia melalui Monumen Pers Nasional Surakarta.

Laminasi Cover

xvi + 59

Penulis

Widodo Hastjaryo

Ukuran Buku

14 x 20

Kategori