Buku ini mengajak pembaca memahami tantangan penataan ruang di wilayah pesisir yang makin kompleks akibat ancaman banjir rob dan abrasi. Wilayah pesisir bukan hanya ruang pertemuan antara darat dan laut, melainkan pusat aktivitas permukiman, ekonomi, pariwisata, dan ekosistem penting yang saling bergantung satu sama lain.
Dengan pendekatan yang mudah dipahami, buku ini membahas bagaimana karakteristik fisik pesisir, dinamika alam laut, serta perubahan penggunaan lahan memengaruhi tingkat kerentanan suatu wilayah terhadap bencana. Pembahasan tidak berhenti pada risiko semata, tetapi juga menyoroti pentingnya integrasi penataan ruang darat dan laut sebagai langkah strategis dalam mitigasi bencana.
Melalui studi kasus wilayah pesisir, pembaca diajak melihat secara nyata bagaimana kebijakan tata ruang, zonasi kawasan, dan pengelolaan ruang dapat diselaraskan untuk mengurangi dampak bencana sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Buku ini relevan bagi perencana wilayah, pengambil kebijakan, akademisi, mahasiswa, serta masyarakat umum yang ingin memahami pentingnya penataan ruang pesisir yang adaptif, terpadu, dan berorientasi pada keselamatan serta keberlanjutan masa depan.

















