Paparan risiko digital pada remaja mengalami signifikansi yang tajam, khususnya dalam pinjaman online ilegal (pinjol) dan perjudian online (judol). Tidak dapat dimungkiri modus operandi dari pinjol dan judol adalah dengan memanfaatkan kerentanan pengetahuan pengguna terhadap bentuk-bentuk persuasif serta risiko jebakan dari penyedia judol dan pinjol. Realita ini menjadikan edukasi perihal literasi digital-finansial membawa peran penting agar anak bangsa, khususnya remaja terhindar dari paparan judol dan pinjol.
Buku ini memberikan alternatif perihal bagaimana edukasi yang kontekstual dan relevan perihal literasi digital-finansial untuk remaja dengan menekankan prinsip aman, partisipatif, tidak menyalahkan korban, serta berorientasi solusi. Lebih lanjut, buku ini juga dapat menjadi salah satu pemantik agar remaja memiliki kesadaran menyusun catatan pengeluaran harian untuk mengurangi pembelian impulsif, mengganti kata sandi akun digital dengan lebih aman, serta mengaktifkan 2FA, hingga melakukan kampanye sebaya perihal manajemen finansial dan keamanan bermedia sosial.

















