Sebanyak 80% perempuan Asia Tenggara mengalami kasus acne vulgaris atau jerawat dengan prevalensi tertinggi pada usia 14–17 tahun, yang berkisar 83–85%. Selain faktor fisik dan psikologis, jerawat juga dapat disebabkan oleh bakteri seperti Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, dan Propionibacterium acne. Adapun penyebab jerawat dapat diobati bahkan dicegah dengan perawatan yang berfokus untuk memperbaiki folikel abnormal, mengurangi produksi sebum, dan mengurangi jumlah koloni bakteri dengan pemberian antibiotik.
Akan tetapi, pengobatan dengan antibiotik memiliki efek samping seperti iritasi kulit, resistensi, bahkan hipersensitivitas. Seiring berjalannya waktu, penggunaan obat sintetis diganti dengan penggunaan obat alami. Pengobatan alami dijadikan sebagai alternatif antijerawat, salah satunya dengan tanaman herbal, seperti daun putri malu. Kombinasi antara masker clay dan ekstrak daun putri malu merupakan salah satu tawaran perawatan kulit yang tinggi kandungan anti-akne dengan kelebihan kandungannya yang alami.
Terlebih, penggunaan kosmetik alami dewasa ini semakin menunjukkan peningkatan yang dibarengi dengan kesadaran konsumen tentang kosmetik yang berkepanjangan atau back to nature for sustainable cosmetics. Buku ini merupakan salah satu referensi tentang ragam produk masker clay sebagai perawatan kulit yang berbahan alami, khususnya perawatan kulit berjerawat, yang ditinjau secara komprehensif, mulai dari pendekatan medis, historis, hingga ragam clay untuk berbagai jenis kulit.

















