Sebagai sebuah bentuk puisi, pantun “Gambang Keromong” ini sarat akan diksi yang membuatnya secara stilistika menjadi indah. Selain itu, pantun ini menjadi “enak didengarkan” karena persajakan, rima, dan irama yang menggema, misalnya pada bait berikut.
“Gambang Keromong di Kota Tua
Dari Kota Tua main di Gondangdia
Selamat pagi, Netizen Semua
Saling mendoakan semoga bahagia”
Sebagai “Anak Betawi” (terlahir dan dibesarkan di Tanah Betawi), penulis tentunya ingin menunjukkan kepada “dunia” inilah kampung gue dengan segala kroniknya. Pesan lain, “Tolong jaga kampung kota gue ini, jangan sampai lenyap ditelan derunya pembangunan ibu kota.”

















