Di era kemajuan material, apa hakikat kemuliaan manusia? Buku ini menjawabnya dengan tegas: bukan pada harta atau teknologi, melainkan pada ketakwaan, akhlak luhur, dan manfaat bagi semesta—sebagaimana generasi awal Islam yang hidup bersimbiosis dengan wahyu.
Melalui 8 bagian yang disusun secara filosofis dan praktis, buku ini memandu pembaca:
- Merenungi hakikat kemuliaan sebagai kaidah menyusuri jalan ketakwaan.
- Menegakkan fondasi tauhid-iman-ihsan sebagai poros hidup.
- Menghidupkan ritme ibadah (salat, puasa, zikir) sebagai dialog dengan Ilahi.
- Mengubah ujian jadi berkah lewat syukur, keadilan harta, dan sabar.
- Membangun peradaban adil dengan hukum Ilahi dan loyalitas spiritual.
- Menjaga keseimbangan jasmani-rohani lewat konsumsi halal dan amar makruf nahi mungkar.
- Mentransformasi akal-hati dengan membaca dan menyimak Al-Qur’an.
- Mewujudkan iman dalam akhlak sebagai bukti ketakwaan.
Dibangun dari 164 pertanyaan kunci Al-Qur’an sebagai model dialog yang dianalisis AI dan diverifikasi ulama, buku ini mengajak kita meneladani generasi terbaik:
“Mereka yang menjadikan wahyu sebagai napas, akhlak sebagai mahkota, dan takwa sebagai kiblat.”
📖 Bukalah lembarannya: temukan peta hidup yang mengubah perintah-larangan jadi cahaya menuju kemuliaan sejati!
“Maka berjalanlah di muka bumi dan lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).” (QS Ali ‘Imran: 137).

















