Teknologi tidaklah bersifat netral. Pemisahan aspek spiritual dan profesional bagi seorang muslim tidaklah mungkin. Sebab, Islam adalah dīn (agama) yang komprehensif yang mengatur seluruh aspek kehidupan termasuk cara kita bekerja dan memimpin (Islam yang syamil wa mutakamil—menyeluruh dan sempurna).
Islam menawarkan perspektif yang sangat unik dalam tata kelola teknologi melalui konsep maqashid syariah atau tujuan-tujuan syariah yang mencakup perlindungan terhadap lima aspek fundamental kehidupan manusia. Dalam konteks digital, perlindungan agama dapat diwujudkan melalui teknologi yang mendukung praktik ibadah dan syiar Islam. Buku Islamic IT Governance: Dari Niat Hingga Maslahat mencoba menjawab pertanyaan reflektif tentang apakah nilai Islam sendiri tidak cukup untuk membangun kerangka tata kelola TI yang efektif?
Dengan panduan nilai-nilai Islam, buku ini menunjukkan adanya asumsi keliru bahwa teknologi bersifat netral. Setiap layanan TI yang di belakangnya ada baris kode dengan algoritmanya masing-masing, dan setiap desain antarmuka yang dilakukan; sesungguhnya semuanya adalah cerminan dari nilai dan pandangan dunia penciptanya. Melalui buku ini, pembaca akan diajak untuk menelisik tanggung jawab ganda dari sebuah TI, yaitu tanggung horizontal kepada para pemangku kepentingan dan tanggung jawab vertikal yang mutlak kepada Allah Swt.
Selamat membaca!

















