Macam-macam Penerbitan

Macam-macam Penerbitan

Penulis jangan sampai salah kaprah dalam memaknai atau mengartikan sebuah kata “Penerbitan”. Apakah naskah penulis pasti diterima dan diterbitkan oleh penerbit? Apakah penulis akan dibayar dari naskah yang dikirim?

Pertanyaan di atas, sebenarnya berangkat dari narasi yang keluar dari kalangan penulis khususnya penulis pemula. Lalu muncul pertanyaan, Apakah salah jika penulis mengharapkan penghasilan dari bukunya? Jawabanya tidak salah, karena jika dilihat dari sisi mana pun sebuah karya dari hasil pemikiran tidak bisa diberikan value yang pasti. Artinya layak untuk mendapatkan apresiasi sebesar-besarnya.

Lalu letak salah kaprahnya di mana? Jika dianalogikan memasak nasi di Rice cooker adalah hal wajar, menggoreng ikan di Rice cooker ?? Bisa, tapi terlihat memaksa dan mengenyampingkan fungsi dari teknologi tersebut. Artinya semua memiliki batas dan ketentuan. Tidak semua penerbitan menyediakan atau mengabulkan permintaan penulis.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diketahui oleh penulis sebelum menerbitkan, salah satunya mengenal macam-macam penerbitan.

Penerbitan Tradisional/Konvensional/Mayor

Dalam buku Catatan Anti Bingung Menulis Buku Ilmiah karya Bambang Trim, mengatakan jika penulis mengajukan naskah atau ada penerbit yang mencari naskah. Kemudian penulis tidak mengeluarkan biaya sepeser pun, maka penulis masuk dalam lingkaran penerbit konvensional. Istilah penerbit mayor yang banyak dibicarakan sebenarnya penyebutan penerbit besar saja seperti Gramedia dan Erlangga. Karena penerbit konvensional ada yang besar, sedang dan kecil.

Menerbitkan buku di penerbit konvensional/mayor harus melalui tahap seleksi terlebih dahulu. Jika lolos dari seleksi, buku akan dicetak dalam jumlah besar dan disebarkan di toko-toko buku. Penulis biasanya mendapatkan royalti 10% dari penjualan buku. Jika tidak lolos, naskah akan dikembalikan atau dibiarkan begitu saja. Kelebihan menerbitkan di penerbit konvensional/mayor adalah memiliki peluang besar buku akan laris di pasaran, bisa mendongkrak nama penulis dan biaya penerbitan sampai promosi buku ditanggung penerbit.

Penerbitan Vanity Publishing

Penerbitan ini biasanya menawarkan bermacam layanan pra produksi seperti layout, editing, desain kover dan cetak. Jika di penerbit konvensional/mayor biaya penerbitan ditanggung semua oleh penerbit, tidak berlaku di penerbitan ini. Biaya produksi buku ditanggung oleh penulis dan penulis juga bebas menentukan jumlah hasil terbitannya. Proses naskah dalam penerbitan Vanity Publishing tidak seketat penerbitan di atas. Asal tidak mengandung unsur SARA dan pornografi, naskah bisa langsung diproses. Penerbitan Vanity Publishing juga menawarkan royalti kepada penulis sebesar 15%.

Penerbitan Self Publishing

Sebenarnya banyak yang mengartikan atau menyamakan penerbitan ini termasuk dalam katagori penerbitan Vanity Publishing atau sebaliknya penerbitan Vanity Publishing yang mengaku dirinya sebagai penerbitan Self Publishing. Yang harusnya terjadi adalah naskah sendiri, layout sendiri, desain kover sendiri dan diterbitkan di penerbitan sendiri, baru dinamakan Self Publishing.

Kembali ke topik awal, pada dasarnya penulis berhak memilih dan menerbitkan buku di penerbit mana saja. Semua tergantung kebutuhan dan kepentingan penulis. Namun yang perlu diperhatikan adalah aturan main di masing-masing penerbit itu berbeda-beda. Selamat menulis dan terus berkarya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.