Kenali Perbedaan “ke-” Disambung dan “ke” Dipisah

Kenali Perbedaan "ke-" Disambung dan "ke" Dipisah

Kenali Perbedaan “ke-” Disambung dan “ke” Dipisah

 

Ke mana, ke depan, ke samping, dan ke atas.

Kerajaan, kepandaian, kekeluargaan, dan kebahagiaan.

 

Dua kalimat di atas merupakan contoh perbedaan ke sebagai kata depan yang berfungsi sebagai kata penunjuk dan penggunaan ke- disambung yang berposisi sebagai awalan. Namun, bagaimana membedakannya dalam penerapan sebuah kalimat?

  1. Penggunaan ke- sebagai awalan

Awalan atau prefiks masuk ke dalam kelas kata afiksasi (imbuhan). Pada penerapannya, sebuah afiksasi harus ditulis serangkai dengan kata yang diimbuhinya. Seperti prefiks ke-, penulisannya pun harus disambung tanpa dipisah sama sekali, baik dipisah dengan tanda pisah atau spasi. Cara membedakannya adalah dengan memastikan bahwa kata-kata yang disambung tersebut merupakan sebuah kata benda atau kelas kata lainnya yang membutuhkan penjelasan secara lebih rinci.

 

  1. Penggunaan ke sebagai kata depan (preposisi)

Meski ke hanya terdiri dari dua huruf, ia termasuk sebuah kata yang dalam penerapan fungsi sintaksis harus ditulis secara terpisah dengan kata yang mengikutinya. Biasanya preposisi ke ditulis sebagai kata yang memberi makna arah tentang sesuatu atau sebagai petunjuk tentang sebuah hal. Cara membedakan ke sebagai preposisi dengan ke- sebagai prefiks tentunya dengan melihat apakah disambung atau dipisah. Selain itu, coba perhatikan kata dasar yang mengikutinya. Jika kata dasar tersebut merupakan sebuah kata yang menunjukkan arah, penulisannya akan dipisah dan ke berfungsi sebagai preposisi.

Ada sebuah kata yang dua-duanya betul dan cenderung sulit untuk dibedakan. Dua kata itu adalah keluar dan ke luar. Apabila diperhatikan, sekilas keduanya adalah hal yang sama. Akan tetapi, ternyata ada perbedaan dari keduanya yang perlu diperhatikan secara lebih rinci.

Mari simak penjelasannya di bawah ini:

  • Keluar

Kata keluar merupakan sebuah kata kerja yang dapat diberi lawan dengan kata masuk. Posisi ke- di dalam kata tersebut adalah sebagai prefiks sehingga memang harus disambung dengan kata yang mengikutinya.

  • Ke luar

Meski terdengar sama dengan kata keluar, sebenarnya mereka tidaklah sama. Apabila dipecah berdasarkan susunan pembentukan kata, ke luar merupakan sebuah frasa yang terdiri dari kata depan ke dan kata dasar luar.  Arti dari frasa ke luar adalah menuju atau berjalan keluar. Frasa ini dapat diberi lawan dengan frasa ke dalam.

Jadi, sudahkah bisa membedakan penggunaan ke- sebagai prefiks dan ke sebagai preposisi?

Kenali Perbedaan “ke-” Disambung dan “ke” Dipisah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *