fbpx
Lompat ke konten

Bintang Pustaka I Penerbit Buku Pendidikan I Anggota IKAPI

Bentuk, Fungsi, dan Contoh Akronim

Banyak yang masih asing dengan istilah akronim. Tanpa disadari, akronim lekat ditemukan pada kehidupan sehari-hari. Akronim juga seringkali disamakan dengan singkatan. Padahal keduanya memiliki makna yang berbeda. Singkatan merupakan ke https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/singkatan atau gabungan huruf. Sedangkan akronim merupakan kependekan dari suku kata sehingga menjadi kata yang bisa dilafalkan.

Baca juga: Tips Meningkatkan Literasi Melalui Media Sosial dengan Bijak

Perbedaan Antara Indeks Dan Glosarium

Journaling Sebagai Metode Terapi Diri

Syarat

Ada dua syarat yang harus diperhatikan dalam akronim berdasarkan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), yaitu :

  • Jumlah suku kata tidak melebihi jumlah suku kata yang lazim digunakan di Indonesia, yakni maksimal tiga suku kata.
  • Dibentuk dengan mengutamakan keserasian kombinasi vokal dan konsonan, sesuai dengan pola kata bahasa Indonesia yang lazim, sehingga mudah diucapkan dan diingat.

Contoh

Berikut tiga bentuk dan beberapa contoh akronim dan penjelasannya berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) :

  1. Akronim nama diri yang terdiri dari huruf awal. Akronim bentuk ini ditulis menggunakan huruf kapital tanpa tanda titik.

Contohnya :

BIN : Badan Intelijen Negara

PDAM : Perusahaan Daerah Air Minum

PLN : Perusahaan Listrik Negara

LAN : Lembaga Administrasi Negara

  1. Ditulis menggunakan huruf kapital di awal kata. Akronim ini merupakan gabungan suku kata atau huruf dan suku kata.

Contohnya:

Bappenas : Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

Kemenlu : Kementerian Luar Negeri

Bulog : Badan Urusan Logistik

  1. Akronim yang bukan nama diri berupa gabungan huruf awal dan suku kata atau gabungan suku kata dan ditulis menggunakan huruf kecil.

Contohnya :

tilang : bukti pelanggaran

pemilu : pemilihan umum

puskesmas : pusat kesehatan masyarakat

puslat : pusat latihan

Fungsi

Tidak hanya sekadar kependekan kata, akronim memiliki 2 fungsi sebagai berikut :

  1. Penyingkat

Dengan pemendekan kata, akan memudahkan seseorang mengingat beberapa kata yang panjang. Contohnya seperti “Buku Pemilik Kendaraan Bermotor” dapat dilafalkan dengan “BPKB”. Mudah bukan? Akronim memang memudahkan pelafalannya, tetapi maknanya tetap harus dimengerti. Terlebih untuk kepenulisan, kepanjangan, dan singkatan tetap harus ditulis.

  1. Semboyan dan Media Humor

Selain mempermudah pelafalannya, akronim berfungsi sebagai semboyan dan media humor. Akronim sebagai semboyan contohnya seperti :

Kota Sampang semboyannya, Bahari : Bersih, Anggun, Harmonis, Aman, Rapi, dan Indah

Kota Magelang semboyannya, Gemilang : Gemah Ripah Indah Lepas sama sekali dari Bahaya dan Cemerlang

Dan di Bekasi memiliki Kota Iman : Indah Makmur Lepas Sama Sekali dari Bahaya dan Nyaman’

Akronim juga dapat dijadikan media humor yang sifatnya lebih santai. Akronim sebagai media humor lebih sering digunakan oleh para muda-mudi contohnya seperti:

Portugal : Persatuan Orang Tua Galak

TTM : Teman Tapi Mesra

gunawan : Gundul tapi menawan