fbpx
Lompat ke konten

Bintang Pustaka I Penerbit Buku Pendidikan I Anggota IKAPI

Apakah Bisa Menciptakan Passive Income dari Cetak Buku Indie?

Anda ingin karya buku sendiri dan menikmati profit maksimal dari penjualannya? Cetak buku indie bisa mewujudkan keinginan tersebut. Siapkan naskah terbaik Anda, dan cetak sesuai dengan permintaan pasar. Lalu, nikmati passive income yang terus mengalir.

Bisa Menerapkan Sistem Pre Order atau Print on Demand

Penerbit indie hadir sebagai solusi birokrasi penerbit mayor yang panjang dan rumit. Bagi penulis pendatang baru yang belum memiliki nama besar, tentunya merupakan peluang emas. Apalagi kalau Anda sudah memiliki pasar yang jelas. Seperti dosen yang ingin membuat buku ajar untuk para mahasiswanya.

Baca juga: Tips Agar Harga Penerbitan Buku Lebih Hemat

5 Kiat Memilih Jasa Penerbitan Buku Berkualitas

Keuntungan Penulis Cetak Naskah di Penerbitan Buku Online

Menerbitkan naskah di penerbit indie terbilang lebih efektif dan efisien secara operasional. Selain itu, juga bisa mendatangkan keuntungan menggiurkan bagi penulis. Salah satu caranya dengan menerapkan sistem penerbitan PO (Pre Order) atau PoD (Print on Demand).

Sistem ini memungkinkan penerbit mencetak buku berdasarkan permintaan konsumen saja. Sangat berbeda dengan penerbit mayor yang harus menerbitkan dalam jumlah besar. Karena itu, sistem PO bisa menekan kerugian akibat kelesuan penjualan buku.

Siapa Saja yang Bisa Menggunakan Penerbit Indie?

Penerbit indie tidak hanya untuk kalangan tertentu saja. Karenanya semua orang bisa menikmati jasa tersebut. Karena persaingan di penerbit mayor begitu ketat, sekarang ini semakin banyak penulis yang memanfaatkan penerbit indie.

Menerbitkan naskah di penerbit indie bukan berarti tulisannya tidak berkualitas. Karena terbukti banyak penulis besar yang mengawali karyanya melalui penerbit indie. Sebagai contoh Beatrix Potter, Thomas Paine, Ezra Pound, Virginia Woolf dan Dee Lestari.

Jadi sangat terbukti, kalau menerbitkan buku secara indie bukanlah pilihan yang buruk. Nyatanya para penulis tersebut tetap masih eksis dan akhirnya diminati penerbit mayor.

Pada dasarnya untuk menjadi penulis handal diperlukan usaha dan perjuangan tanpa henti. Merilis karya melalui penerbitan indie bisa menjadi permulaannya.

Kelebihan Cetak Buku Indie

Penerbit indie bisa menerbitkan buku lebih cepat. Sedangkan penerbit mayor memerlukan waktu bulanan bahkan tahunan untuk menyeleksi sebuah naskah buku.

Agar sebuah buku bisa terbit, tidak harus dicetak dalam jumlah ratusan bahkan ribuan eksemplar. Karena memungkinkan dicetak dalam jumlah satuan. Jadi bisa disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Proses pencetakan buku juga berlangsung cepat.

Biaya cetak sangat tergantung dari spesifikasi buku, seperti ukuran, jumlah halaman, jenis kertas dan hasil cetakan (full color atau hitam putih). Selain itu, tergantung dengan jumlah eksemplarnya. Pada dasarnya semakin banyak jumlah cetakannya, maka semakin murah biaya menerbitkan bukunya.

Cara Pemasaran Buku Indie

Kalau sudah berhasil cetak buku indie, lalu bagaimana cara penjualannya? Hal ini diserahkan sepenuhnya kepada penulis. Berbeda dengan penerbit mayor yang mengatur promosi, penjualan dan distribusi buku.

Sebagai contoh, Anda seorang dosen Ilmu Komunikasi yang menerbitkan buku ajar secara indie. Anda mencetak buku tersebut sebanyak 100 eksemplar, dan menjualnya kepada mahasiswanya. Karena buku tersebut digunakan sebagai pedoman pembelajaran.

Dengan cara tersebut, maka Anda bisa mendapatkan keuntungan penuh atas penjualan buku ajar tersebut. Secara persentase jelas lebih besar, jika dibandingkan dengan menerbitkan buku melalui penerbit mayor.

Anda tertarik untuk cetak buku indie? Konsultasikan hal ini dengan penerbit, bila masih bingung dengan segala proses dan ketentuannya. Temukan tema yang menjual dan terbitkan dengan jumlah sesuai kebutuhan dan anggaran. Agar setiap buku yang Anda terbitkan bisa mendatangkan passive income. Karena laris manis di pasaran dan terus dicetak ulang.