6 Rekomendasi Buku Spesial Hari Buku Nasional

6 Rekomendasi Buku Spesial Hari Buku Nasional

Hari Buku Nasional diperingati pada tanggal 17 Mei setiap tahunnya. Adanya peringatan Hari Buku Nasional tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat anak bangsa terhadap literasi dan membaca buku. Buku merupakan salah satu media yang mudah didapat untuk menambah wawasan. Oleh karena itu, buku memiliki peranan penting dalam kemajuan peradaban. Nah, kali ini kita akan mengulik 6 rekomendasi buku spesial Hari Buku Nasional khusus untuk para sobat pustaka.

  1. Membedah Pemikiran Agama dan Filsafat

membedah pemikiran agama dan filsafat

Buku karya Imam Ahmad Ibnu Nizar ini memiliki 587 halaman. Buku ini berisikan tentang sejarah yang telah menyaksikan pergulatan dan pertentangan antara filsafat dan agama. Dalam buku diceritakan bahwa kalangan tradisionalis lah menjadi pihak yang paling bersemangat dalam usaha membangun ortodoksi. Mereka menggunakan langkah efektif berupa formulasi dan elaborasi yang ditempuh untuk meretas kebangunan ortodoksi.

Baca juga : Hubungan Antara Membaca Buku Dengan Menulis Buku

5 Tips Memulai dan Meningkatkan Minat Membaca Buku

9 Tips Membaca Banyak Buku

  1. Menjadi Muslim Moderat

menjadi islam moderat

Buku karya Mohammad Yunus Masrukhin ini memiliki 199 halaman.  Persoalan utama buku “Menjadi Muslim Moderat” yakni terkait perkembangan teologis yang tertutup dan respon teologi Asy’ariah dalam merumuskan kemoderatan kontemporer. Hal itu menandai adanya pergeseran keberislaman ke arah yang ekstrem dan menjadi penyebab atas menguatnya politik identitas yang mengubah wajah Islam menjadi lebih tertutup.

  1. Pesantren dan Kebudayaan

Pesantren-dan-Kebudayaan_Front-Cover-1

Buku berkategori sosial budaya yang terbit tahun 2020 ini memiliki 444 halaman. Buku ini merupakan hasil garapan Agus Sunyoto dan para rekan Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Yogyakarta. Buku ini sebagai perwujudan ikhtiar permulaan dalam mengurai kembali perdebatan maupun wacana pesantren terhadap kebudayaan yang pernah tumbuh pada dekade lalu. Kemudian hal tersebut menentukan kebutuhan serta relevansi kebudayaan yang ada hari ini.

 

  1. Ruang Batin Fiqih al-Ghazali

Ruang Batin Fiqih al-Ghazali: Studi Atas Kitab Ihya Ulum al-Din ini ditulis oleh Akmal Bashori. Iḥyā ‘Ulūm al-Dīn” tersebut memiliki arti menghidupkan (kembali) ilmu-ilmu agama.  Buku ini berisikan pemikiran fiqih al-Ghazālī yang mampu meramu dua disiplin keilmuan berbeda dalam tradisi Islam sehingga menjadi satu kesatuan yang padu. Padahal fiqih berada pada dimensi eksoterik dan tasawuf berdimensi esoterik. Pendekatan untuk keduanya pun berbeda karena fiqih banyak menggunakan pendekatan kebahasaan, sementara tasawuf banyak menggunakan pendekatan Psiko-Gnesis.

 

  1. Wayang, Konflik, dan Manusia

Wayang-Konflik-Manusia

Buku karya Iman Budhi Santosa ini memiliki 306 halaman. Dalam buku ini, penulis membuat 72 uraian kisah tentang pertengkaran anak-anak, konflik tentang rasa, hingga kekuasaan yang menyebabkan peperangan. Dalam uraiannya, Begawan Iman Budhi Santosa mengupas pesan moral dalam konflik dan perang yang terjadi dalam jagat pewayangan sehingga dapat dijadikan sebagai tuntunan hidup.

 

  1. Monograf Pengendalian Kualitas Ikan Bandeng dengan Metode Seven Tools

ikanbandeng

Buku ini merupakan karya Moh. Ririn Rosyidi, Nailul Izzah. Meski hanya terdapat 70 halaman, secara garis besar materi dalam buku ini mampu mengungkapkan cara mengendalikan kecacatan yang terjadi di perusahaan. Dengan begitu, mudah dan efektif bagi orang awam meminimalisir kecacatan dengan metode seven tools. Lalu apa saja metode seven tools itu? Ayo sobat pustaka beli dan baca bukunya!

 

Demikianlah 6 rekomendasi buku untuk para pegiat literasi di Hari Buku Nasional ini. Anda dapat dengan mudah mendapatkannya di toko Bintang Pustaka Madani dengan harga terjangkau. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.