fbpx
Lompat ke konten

Bintang Pustaka I Penerbit Buku Pendidikan I Anggota IKAPI

Pahami lima Jenis Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Sosial

Pendekatan kualitatif dalam penelitian sosial digunakan untuk memahami dan menjelaskan fenomena sosial dari sudut pandang yang lebih mendalam. Dalam pendekatan ini, peneliti berfokus pada pengumpulan dan analisis data yang bersifat deskriptif, dengan tujuan untuk memahami konteks, makna, dan interpretasi subjektif dari fenomena yang diteliti.

Dalam buku Penelitian Kualitatif dan Desain Riset Edisi 3, John W. Creswell (2015) menguraikan definisi tentang penelitian kualitatif. Menurutnya, awal dari penelitian kualitatif adalah asumsi dan pemakaian kerangka penafsiran/teoritis yang bisa membentuk dan memberikan pengaruh bagi suatu studi tentang permasalahan riset berkaitan dengan makna yang dikenakan oleh individu atau kelompok pada sebuah masalah sosial atau manusia.

Dalam hal tersebut, peneliti kualitatif perlu mengaplikasikan pendekatan kualitatif yang mutakhir, mengumpulkan data dalam lingkungan alamiah yang peka terhadap masyarakat dan lokasi penelitian, serta menganalisis data induktif maupun deduktif dan membentuk pola atau tema. Pada laporan akhir nanti akan dituliskan hasil dari wawancara partisan penelitian, hasil refleksi penulis, deskripsi dan interpretasi terhadap masalah penelitian, dan kontribusinya pada literatur atau adanya ajakan menuju perubahan.

Ada berbagai jenis pendekatan kualitatif yang digunakan dalam penelitian sosial, masing-masing dengan pendekatan dan tekniknya sendiri. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lima jenis pendekatan kualitatif menurut buku Penelitian Kualitatif dan Desain Riset Edisi 3 karya John W. Creswell (2015).

  1. Studi Naratif

Studi naratif adalah studi yang menekankan pada narasi, cerita, atau deskripsi tentang kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pengalaman manusia. Cakupan studi narasi antara lain karya biografi yang menceritakan pengalaman orang lain, auto-etnografi atau autobiografi yang ditulis sendiri oleh subjek penelitian, sejarah kehidupan yang menceritakan kehidupan seseorang secara utuh, dan sejarah tutur yang berisikan sejarah kehidupan dari hasil ingatan peneliti.

Peneliti studi naratif sering menggunakan metode restorying, yaitu menarasikan ulang cerita tentang pengalaman individu; atau metode progresif-regresif yang narasinya dimulai dengan satu peristiwa penting dalam kehidupan partisan. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi. Adapun proses analisis didasarkan pada kronogi peristiwa yang menekankan pada titik-balik dalam kehidupan partisan.

Baca juga: Pengertian, Jenis, dan Tips Menulis Artikel Listicle

  1. Studi Etnografis

Etnografi merupakan salah satu pendekatan kualitatif yang paling terkenal dan paling kuat. Studi ini melibatkan pengamatan partisipatif dan interaksi langsung dengan subjek penelitian dalam konteks kehidupan mereka sehari-hari. Peneliti studi etnografis akan meneliti suatu kelompok kebudayaan tertentu untuk memahami budaya, nilai, dan praktik sosial dari perspektif subjek yang diteliti.

Umumnya dikenal dua tipe etnografi. Tipe 1 adalah etnografi realis, yaitu peran peneliti adalah sebagai pengamat “objektif” yang merekam fakta dengan sikap yang tidak memihak. Tipe 2 adalah etnografi kritis, yaitu penelitian diarahkan untuk mengkaji sistem kultural dari kekuasaan, hak istimewa, dan otoritas dalam masyarakat guna menunjukkan aspirasi kelompok marjinal dari berbagai kelas, ras, dan gender.

Peneliti etnografi sering kali tinggal atau terlibat secara intensif dalam komunitas atau lingkungan yang sedang mereka teliti, sehingga memungkinkan mereka untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang dinamika sosial dan budaya yang ada. Prosedurnya didasarkan pada pendekatan holistik guna mengabadikan kelompok budaya tertentu. Data emik dan data etis bisa dimanfaatkan dalam proses analisis, baik untuk tujuan praktis atau advokatoris demi kepentingan kelompok kebudayaan yang diteliti.

  1. Studi Kasus

Studi kasus adalah pendekatan yang mendalam untuk mengeksplorasi sebuah fenomena atau kasus tertentu dalam konteks kehidupan nyata kontemporer. Pendekatan ini biasanya digunakan ketika peneliti tertarik untuk memahami bagaimana faktor-faktor tertentu berinteraksi dan memengaruhi suatu situasi atau peristiwa.

Ada beberapa tipe studi kasus, yaitu studi kasus instrumental, studi kasus kolektif, dan studi kasus intrinsik. Studi kasus dapat dilakukan melalui berbagai metode, termasuk wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Namun, prosedur utamanya melibatkan sampling purposeful dan analisis holistik terkait kasus yang diangkat lewat deskripsi detail atas pola-pola, konteks, dan setting tempat kasus itu terjadi. Hasil dari studi kasus dapat memberikan wawasan yang berharga tentang kompleksitas dan dinamika dari fenomena yang sedang diteliti.

  1. Studi Fenomenologi

Fenomenologi adalah studi yang digunakan untuk memahami pengalaman subjektif individu terhadap fenomena tertentu. Pendekatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna dan interpretasi yang diberikan oleh individu terhadap pengalaman mereka.

Ada dua jenis studi fenomenologi yang bisa diterapkan oleh peneliti. Pertama, fenomenologi hermeneutik yang memusatkan pada usaha “menafsirkan” teks-teks kehidupan dan pengalaman hidup. Kedua, fenomenologi transendental yang mana peneliti akan mengesampingkan prasangka terhadap fenomena yang ditelitinya. Prosedur ini disebut epoche  atau pengurungan, artinya peneliti harus mengesampingkan semua pengalaman sebelumnya untuk memahami pengalaman para partisipan dengan maksimal.

Peneliti fenomenologi sering menggunakan wawancara mendalam dan refleksi filosofis untuk menggali pemahaman yang lebih dalam tentang pengalaman manusia. Melalui pendekatan ini, peneliti dapat memahami bagaimana individu memberi makna pada pengalaman mereka dan bagaimana pengalaman tersebut membentuk identitas dan pemahaman mereka tentang dunia.

  1. Studi Grounded Theory

Grounded theory adalah studi yang digunakan untuk mengembangkan teori baru berdasarkan analisis abstrak terhadap suatu fenomena di lapangan.  Umumnya, studi ini dilakukan dengan pendekatan prosedur sistematis  yang menggunakan kausalitas, konsekuensi, coding selektif, dan sebagainya dari fenomena yang ingin diteliti. Bisa juga mengaplikasikan prosedur konstruktivis yang memanfaatkan pengumpulan data dengan cara memoing  terhadap pandangan, keyakinan, nilai, atau ideologi dari partisipan.

Studi ini umumnya menggunakan coding terbuka  terhadap kategori data, coding aksial yang mana data disusun menjadi satu diagram logika, dan identifikasi konsekuensi dari proses coding tersebut supaya dapat mengembangkan model teoritis secara penuh. Grounded theory bertujuan untuk mengembangkan teori yang mendasarkan pada data yang ada, guna menghasilkan pemahaman yang lebih dalam tentang fenomena yang sedang diteliti.

Pendekatan kualitatif dalam penelitian sosial memberikan kesempatan untuk memahami dan menjelaskan fenomena sosial dengan cara yang lebih mendalam dan komprehensif. Dengan menggunakan berbagai jenis pendekatan kualitatif, peneliti dapat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang dinamika sosial, budaya, dan politik dalam masyarakat. Dengan demikian, pendekatan kualitatif merupakan alat yang berharga dalam upaya untuk memahami dan merespons tantangan-tantangan kompleks dalam masyarakat modern.