fbpx
Lompat ke konten

Bintang Pustaka I Penerbit Buku Pendidikan I Anggota IKAPI

Kenali Syarat-syarat Menulis Buku Referensi

Kenali Syarat-syarat Menulis Buku Referensi

Anda ingin naik pangkat atau jabatan? Salah satu syarat agar bisa naik pangkat dan jabatan adalah dengan menulis buku referensi. Buku referensi juga bisa ditulis untuk Anda yang memiliki ide dan ingin mengkompilasinya dalam bentuk buku.

Bagi dosen atau penulis, mungkin menulis buku referensi bukanlah pekerjaan yang sulit. Sama halya seperti menulis penelitian biasa. Tapi, tidak semua orang dengan mudah menulis buku referensi, mungkin Anda salah satunya.

Buku referensi akan sangat bermanfaat sebagai buku pegangan, hingga menjadi pedoman dan buku acuan belajar, baik formal maupun non formal. Tapi ada beberapa syarat yang harus Anda kenali untuk menulis buku referensi.

Inilah berbagai syarat menulis buku referensi yang harus Anda kenali.

 

  1. Sesuai Keilmuan

    Sebelum menulis buku referensi, pastikan Anda memiliki latar belakang keilmuan yang berkaitan dengan topik buku referensi. Selain akan berkaitan dengan keabsahan, latar belakang keilmuan akan memudahkan Anda dalam menulis buku referensi.

    Tapi bagaimana jika Anda ingin menulis buku referensi yang tidak sesuai dengan keilmuan yang Anda miliki? Kabar gembira untuk Anda, karena itu sah-sah saja dilakukan, selama Anda bisa mempertanggunjawabkan isi dari buku referensi yang Anda tulis.

    Namun berbeda jika Anda menggunakan buku referensi sebagai angka kredit kedosenan, isi buku referensi akan sangat berpengaruh terhadap kenaikan pangkat/jabatan. Maka dari itu, syaratnya harus linier secara akademis.

  2. Terdapat Peta Keilmuan

    Peta keilmuan atau scientific root map harus dimiliki dalam setiap buku referensi. Peta keilmuan akan langsung berhubungan dengan kredibilitas buku referensi itu sendiri. Sehingga, buku referensi Anda tidak dianggap ditulis dengan asal-asalan.

    Peta keilmuan akan membantu Anda untuk menyusun konsep dan teori yang dibutuhkan, sehingga tidak menumpuk apalagi bertabrakan. Sehingga, alur pikir dapat ditulis secara runtut dan tidak membingungkan.

    Buku referensi harus ditulis dengan sumber keilmuan yang jelas, dan peta keilmuan akan memudahkan menjabarkan konsep keilmuan.

  3. Ada Studi Kasus

    Mungkin Anda bertanya-tanya, apa perbedaan buku referensi dan penelitian pada biasanya. Pada buku referensi, studi kasus dijelaskan secara detail dan rinci, sehingga kasus dipahami secara komprehensif.

    Studi kasus yang dijelaskan secara deskriptif dalam buku referensi juga harus tetap dikemas untuk lebih mudah dipahami. Selain itu, Anda perlu memperhatikan segmentasi pembaca. Sehingga, Anda dapat menentukan harus menulis seperti apa agar pembaca lebih mudah memahami kasus yang sedang Anda coba pecahkan.

    Pada intinya, dalam syarat ini, Anda perlu membuat pembaca paham tentang kasus yang ada.
    Kenali Syarat-syarat Menulis Buku Referensi

  4. Ilustrasi

    Sebagaimana studi kasus, ilustrasi dalam buku referensi juga digunakan untuk membuat pembaca lebih memahami maksud yang Anda sampaikan. Ilustrasi merupakan media terbaik yang dapat membuat pembaca paham tentang isi tulisan Anda.

    Ilustrasi dapat berupa grafik, tabel, kerangka, atau gambar. Pembuatan ilustrasi juga masih berkaitan dengan penentuan segmentasi yang akan Anda sasar sebagai pembaca buku referensi Anda.

 

Itulah berbagai syarat yang harus Anda kenali dan pahami untuk menulis buku referensi. Meski dari banyak poin di atas mengutarakan seberapa pentingnya pemahaman pembaca, bukan artinya Anda bisa menggunakan bahasa non formal.

Bahasa formal harus tetap Anda gunakan dalam buku referensi. Selain itu, Anda juga wajib fokus dalam satu topik atau isu yang jelas dalam sebuah buku referensi.

Selamat mencoba menulis buku referensi.

Kenali Syarat-syarat Menulis Buku Referensi