fbpx
Lompat ke konten

Bintang Pustaka I Penerbit Buku Pendidikan I Anggota IKAPI

Cara Mengusir Faktor-Faktor yang Menghambat Menulis

Penulis profesional tetap masih menghadapi hambatan dalam proses menulis. Apalagi bagi pemula. Tentunya hambatan setiap penulis berbeda-beda. Namun, biasanya berbagai faktor hambatan menulis berikut ini sering dialami.

 

  1. Masih Bimbang dengan Apa yang Akan Ditulis

 

Banyaknya ide dan gagasan di dalam pikiran bisa saja menjadi penghambat dalam menulis. Jadi justru bingung apa yang hendak dituangkan dalam tulisan. Banyaknya ide yang berseliweran di kepala adalah pertanda bagus. Namun, Anda harus tetap fokus pada satu tulisan.

 

Kemudian dikembangkan dengan tambahan berbagai ide segar. Supaya semakin memperkuat tulisan dan meningkatkan kualitasnya. Cacat saja ide atau gagasan yang tiba-tiba datang. Karena bisa saja masih terkait dengan tema yang sedang Anda tuliskan. Dengan begitu, tulisan Anda semakin kaya dan menarik.

 

  1. Masih Bingung Mau Mulai Dari Mana

 

Anda sudah bersemangat untuk menulis dan sudah menyalakan laptop. Tapi ternyata tidak ada satu kata pun yang muncul di layar laptop. Kalau pun sudah mengetikkan beberapa kalimat, tapi menghapusnya lagi. Karena merasa tulisannya kurang bagus. Anda pernah mengalaminya?

 

Sebenarnya kondisi ini tidak hanya dialami oleh penulis pemula saja, mereka yang sudah profesional pun kerap mengalaminya. Untuk mengatasi keadaan tersebut, Anda bisa membuat kerangka karangan. Teknik ini sangat sederhana, tetapi mampu membantu mengatasi kebuntuan ide.

 

Anda bisa memulai dengan kalimat pendek sebagai perwakilan dari sebuah paragraf. Buatlah sebanyak mungkin, sehingga tercipta peta pikiran. Kalau sudah mendapatkan belasan hingga puluhan kerangka, maka bisa tercipta tulisan yang padat dan bagus.

 

  1. Masih Merasa Tidak Punya Waktu untuk Menulis

 

Kalau Anda masih dalam tahapan belajar menulis, tentunya tidak disarankan untuk meninggalkan aktivitas atau pekerjaan utama. Anda harus menyiapkan waktu memadai, agar bisa menuangkan ide dan kreativitasan dalam bentuk tulisan.

 

Kondisi kesehatan, pikiran dan lingkungan bisa mempengaruhi produktifitas dalam menulis. Oleh karena itu, bicara waktu yang tepat untuk menulis bagi setiap orang bisa berbeda-beda. Ada yang lebih nyaman menulis saat pagi hari, siang hari atau malam hari.

 

Bila ingin produktif menulis, maka sangat penting untuk pandai mengatur waktu. Dengan manajemen waktu yang sesuai, maka sedikit demi sedikit akan memberikan hasil signifikan. Sehingga tidak terasa tercipta buku yang selama ini Anda impikan.

 

Menulis tidak membutuhkan sepenuh waktu, tapi sepenuh hati. Kalau menulis merupakan aktivitas menyenangkan bagi Anda, pasti akan mengupayakan untuk bisa melakukannya sesering mungkin.

 

  1. Lingkungan Tidak Kondusif untuk Menulis

 

Kondisi lingkungan seringkali dianggap sebagai penghambat dalam menulis. Sebagian orang tidak terpengaruh dengan kondisi berisik di sekitarnya. Namun ada pula yang harus menulis dalam kondisi senyap. Bagaimana dengan Anda?

 

Kalau kondisi lingkungan dianggap kurang kondusif, maka Anda bisa mencari tempat yang dianggap ideal. Anda bisa pergi ke perpustakaan, rumah makan dan lain sebagainya. Pilihlah tempat yang mendukung aktivitas menulis sesuai keinginan Anda.

 

  1. Tidak Percaya Diri dan Merasa Minim Keilmuan

 

Anda ingin menulis sebuah buku, tapi sayangnya masih kurang percaya diri dengan kemampuan sendiri. Kalau kondisi ini masih menjadi penghambat untuk berkarya, mulailah dengan memperdalam pengetahuan terhadap tema bahasan dan teknik penulisannya.

 

Ada berbagai workshop atau pelatihan menulis yang bisa Anda ikuti. Sehingga memperkaya keilmuan di bidang menulis. Selain itu, untuk menumbuhkan rasa percaya diri, Anda bisa mengikuti beragam perlombaan menulis.

 

Tentunya masih banyak lagi berbagai faktor hambatan menulis. Namun, tenang saja karena selalu ada cara untuk mengatasinya.